BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar terus memperketat pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul terdeteksinya 12 titik hotspot di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, Senin (10/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs. Wasis Nugraha, S.IP, mengatakan berdasarkan pemantauan satelit hingga pukul 16.00 WITA, titik panas terdeteksi di tiga kecamatan, yakni Astambul, Sungai Tabuk, Aranio dan Mataraman.
“Untuk kejadian bencana hari ini nihil. Namun dari pantauan satelit terdapat 12 titik hotspot yang terdeteksi,” ujar Wasis.
Sebaran terbanyak berada di Kecamatan Aranio dengan enam titik, seluruhnya berada di Desa Kala'an. Kemudian Kecamatan Sungai Tabuk terpantau empat titik, tiga di antaranya berada di Desa Pejambuan dan satu titik di Desa Sungai Bangkal.
Sementara itu, masing-masing satu titik terpantau di Desa Pematang Hambawang, Kecamatan Astambul, serta Desa Pematang Danau, Kecamatan Mataraman.
Seluruh titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium berdasarkan pemantauan satelit NASA-SNPP dan NASA-NOAA20.
Meski belum terdapat laporan kejadian bencana, BPBD Banjar tetap melakukan pemantauan melalui posko penanganan siaga darurat karhutla dan kekeringan, termasuk koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat.
“Pemantauan hotspot terus kami lakukan dan koordinasi dengan seluruh unsur juga tetap berjalan untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran di lapangan,” jelasnya.
Baca juga: Penyebab Karhutla di Perbatasan HSU dan Balangan, Ada Indikasi Disengaja untuk Pembukaan Lahan
Tambah Drum Air di Tahura
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau mendorong pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam memperkuat langkah pencegahan. Sejumlah titik rawan kini dilengkapi sarana air untuk mempercepat penanganan apabila muncul api.
Pada Sabtu (8/8/2026), sebanyak 30 drum air ditempatkan di kawasan Tahura Sultan Adam. Rinciannya, 20 drum berada di kawasan Mandiangin dan 10 drum lainnya di kawasan Bukit Batu.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, S.Hut., MP, Senin (10/8/2026) mengatakan penambahan sarana air tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Menurutnya, drum air ditempatkan di lokasi-lokasi yang dinilai strategis sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman awal sebelum api meluas.
“Penempatan ini untuk memperkuat kesiapan sarana pemadaman awal pada lokasi yang dinilai rawan,” ujarnya.
Kesiapsiagaan juga diperkuat di kawasan Mandiangin. Kepala Seksi Perlindungan Hutan Tahura Sultan Adam, Marvizon, menyebut saat ini terdapat lebih dari 60 drum air yang tersebar di sejumlah lokasi.
Sarana tersebut antara lain ditempatkan di Mandi Putri Kembar, Bukit Batu Mandiangin, sepanjang jalur dari Rumah Banjar hingga Agro, Arboretum Bambu, Jembatan Putih hingga kawasan jalan sekat bakar.
“Drum air di Mandiangin ada lebih dari 60 buah dan semuanya sudah terisi air,” kata Marvizon.
Tak berhenti pada penyediaan drum, pengelola Tahura juga menyiapkan tambahan sekitar 10 tandon berkapasitas 5.000 liter.
Tandon tersebut rencananya ditempatkan di sekitar Desa Kiriam, kawasan Pantai Kopi dan Desa Awang Bangkal Barat.
Penambahan berbagai sarana penampungan air ini diharapkan membuat petugas lebih cepat melakukan tindakan ketika ditemukan titik api, sekaligus mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.
Selain sarana air, peningkatan patroli di kawasan yang memiliki potensi rawan kebakaran juga menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan Tahura Sultan Adam selama musim kemarau.
Adapun operasional Tahura sendiri diketahui masih tutup operasional hingga batas waktu yang belum ditentukan.
(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)