RDF Rorotan Belum Beroperasi Penuh, Pengangkutan Sampah Jadi Kendala
Feryanto Hadi August 10, 2026 08:16 PM

 

Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, Yolanda Putri Dewanti

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, belum beroperasi secara maksimal.

Dari tiga line pengolahan yang tersedia, baru satu line yang telah beroperasi dengan kapasitas sekitar 800 ton sampah per hari.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan dua line lainnya masih dalam tahap persiapan.

Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau fasilitas RDF Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026).

"Produksinya sendiri dari tiga line yang sudah beroperasi penuh satu line, yaitu 800 ton per hari. Dan line kedua, ketiga sedang dalam persiapan," kata Pramono.

Baca juga: Hambatan RDF Rorotan Jakut Terkuak, Judistira Hermawan Minta Infrastruktur Segera Dibenahi

Menurut Pramono, kendala utama RDF Rorotan untuk beroperasi penuh bukan berada pada fasilitas pengolahan.

Persoalan justru terletak pada proses pengangkutan sampah menuju lokasi RDF Rorotan.

Pasalnya, pengiriman sampah ke fasilitas tersebut membutuhkan kendaraan khusus agar proses distribusi berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan.

Pemprov DKI Jakarta kini menginstruksikan penggunaan truk compactor untuk mengangkut sampah menuju RDF Rorotan.

Kendaraan tersebut dipilih karena mampu mengangkut sampah tanpa mengeluarkan air lindi selama perjalanan.

Penggunaan truk compactor diharapkan dapat menekan potensi bau maupun ceceran air lindi yang dapat mengganggu masyarakat selama perjalanan menuju lokasi pengolahan.

"Problemnya di sini sekarang bukan RDF Rorotan sendiri, tetapi transportasi, membutuhkan transportasi khusus," ujar Pramono.

Kapasitas Bisa Capai 2.400 Ton per Hari

RDF Rorotan secara keseluruhan dirancang memiliki kemampuan mengolah sekitar 2.200 hingga 2.400 ton sampah per hari melalui tiga line pengolahan.

Namun, pengoperasian setiap line sangat bergantung pada volume sampah yang berhasil dikirim ke fasilitas tersebut.

Jika pasokan sampah mencapai sekitar 2.000 ton per hari, seluruh line dapat dioperasikan secara bersamaan.

Sebaliknya, apabila sampah yang masuk baru sekitar 1.000 ton per hari, pengoperasian line akan disesuaikan dengan jumlah sampah yang tersedia.

"Sangat bergantung transportasinya," kata Pramono.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya membenahi sistem transportasi sampah menuju RDF Rorotan.

Selain menyiapkan kendaraan khusus, Pemprov DKI juga membangun akses jalan khusus menuju fasilitas pengolahan tersebut.

Menurut Pramono, akses jalan menjadi salah satu kebutuhan penting karena kondisi jalan menuju RDF Rorotan saat ini masih menyulitkan kendaraan pengangkut sampah.

"Karena jalannya masih seperti yang tadi teman-teman alami, untuk masuk ke tempat ini tidak gampang," ujarnya.

Pramono mengatakan proses pembebasan lahan untuk pembangunan akses jalan tersebut telah dilakukan.

Ia meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta segera menyelesaikan pembangunan jalan khusus tersebut.

Nantinya, akses itu akan menjadi jalur bagi truk compactor yang mengangkut sampah dari TPS 3R menuju RDF Rorotan.

Pemprov DKI berharap ketersediaan kendaraan dan akses jalan yang memadai dapat memperlancar distribusi sampah ke RDF Rorotan.

Dengan pasokan sampah yang lebih stabil, kapasitas pengolahan RDF Rorotan diharapkan dapat ditingkatkan secara bertahap hingga seluruh line dapat beroperasi optimal. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.