Polemik Jersey Produksi Apparel RMB, Manajemen PSIM Yogyakarta Buka Suara
Muhammad Fatoni August 10, 2026 11:01 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polemik terkait jersey produksi apparel RMB belakangan menyita perhatian publik dan menuai kritik dari pendukung PSIM Yogyakarta.

Manajemen PSIM Yogyakarta pun akhirnya ikut buka suara menyikapi polemik tersebut.

Hingga saat ini, pihak manajemen PSIM Yogyakarta memang belum memutuskan terkait kerjasama apparel untuk produksi jersey yang akan digunakan Laskar Mataram di Super League 2026/2027.

Manajemen PSIM Yogyakarta menegaskan bahwa proses penentuan apparel resmi untuk musim 2026/2027 masih berlangsung. 

Berbagai masukan dari suporter, termasuk dinamika yang muncul dalam polemik jersey RMB, menjadi bahan evaluasi sebelum keputusan akhir diambil.

Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, memastikan belum ada apparel yang ditetapkan sebagai produsen resmi jersey tim.

Manajemen pun masih melakukan penjajakan dengan sejumlah pihak.

“Kalau resminya pasti kami masih proses penjajakan semua untuk apparel. Belum ada keputusan seperti apa. Memang belum ada yang final,” tegas Iksan, Senin (10/8/2026).

Evaluasi

Terkait desakan publik mengenai kejelasan status kerja sama dengan vendor sebelumnya setelah munculnya polemik yang turut menyinggung suporter, Iksan menyebut manajemen menjadikan kejadian tersebut sebagai catatan penting.

Evaluasi dilakukan secara menyeluruh sebelum PSIM Yogyakarta menentukan langkah berikutnya terkait apparel tim.

“Kalau soal itu, pasti kami evaluasi semua kejadian kemarin,” tegasnya.

Iksan menilai berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan suporter merupakan bagian dari dinamika yang muncul seiring perhatian publik terhadap PSIM Yogyakarta. 

Baca juga: PSIM Yogyakarta Kejar Target 5.000 Single Seat sebelum Jamu Persita di Laga Pembuka Super League

Manajemen memilih untuk tidak terlalu mempersoalkan rumor tersebut dan tetap menghormati masukan dari para pendukung.

Di sisi lain, waktu menjadi salah satu pertimbangan manajemen untuk segera menentukan apparel. 

Sebab, keputusan tersebut tidak hanya berkaitan dengan nilai kerja sama, tetapi juga menyangkut kesiapan produksi hingga ketersediaan jersey bagi suporter.

Karena itu, PSIM Yogyakarta saat ini masih membuka peluang kerja sama dengan berbagai apparel sebelum akhirnya menentukan pilihan.

“Kami membuka semua opsi. Terutama mempertimbangkan soal komitmen mereka, ketersediaan stok, dan bentuk kerja samanya. Semuanya masih kami pertimbangkan. Karena berburu waktu, kami berharap bisa secepatnya ada finalisasi,” tandasnya.

Rumor Dua Apparel

Di tengah proses tersebut, sejumlah nama apparel juga mulai dikaitkan dengan PSIM Yogyakarta.

Dua di antaranya adalah merek lokal maupun nasional seperti Almer serta apparel asal Inggris, Umbro.

Namun, Iksan memastikan belum ada kesepakatan dengan kedua nama tersebut.

Ia juga belum mau membocorkan kandidat apparel yang tengah dijajaki manajemen.

“Enggak ada, belum ada dari dua (Almer dan Umbro) nama itu,” katanya. (*/mur)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.