Peguyuban IKADA Biinmaffo Malaka Tampilkan Kekayaan Budaya TTU di Karnaval Kemerdekaan
Ryan Nong August 10, 2026 11:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota


POS-KUPANG.COM, BETUN - Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian dalam Karnaval Kemerdekaan menyongsong HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Malaka datang dari Peguyuban Ikatan Keluarga Dawan (IKADA) Biinmaffo Malaka. 

Dengan balutan busana adat khas Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) serta atraksi budaya yang memukau, rombongan tersebut berhasil menghidupkan semangat keberagaman budaya di sepanjang rute karnaval yang berlangsung di Betun, Senin (10/8/2026).

Pantauan POS-KUPANG.COM, rombongan IKADA Biinmaffo Malaka tampil menggunakan sebuah kendaraan pikap berwarna hitam yang telah dimodifikasi menjadi kendaraan hias bernuansa kemerdekaan. Kendaraan itu dipenuhi berbagai ornamen khas daerah serta dekorasi yang menggambarkan identitas budaya masyarakat TTU.

Baca juga: Ribuan Peserta Semarakkan Karnaval Kemerdekaan HUT Ke 81 RI di Malaka

Di bagian depan kendaraan terpampang sebuah spanduk berwarna merah putih bertuliskan "Keluarga Besar TTU, Biboki, Insana, Miomaffo, Nekaf Mese Ansaof Mese, Karnaval HUT RI Ke-81, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju." Tepat di atas tulisan tersebut berdiri gagah lambang Garuda Pancasila sebagai simbol persatuan bangsa.

Keindahan spanduk semakin lengkap dengan ilustrasi latar belakang kawasan Taman Nasional Mutis Timau, dipadukan gambar anak-anak yang sedang menabuh gong sebagai simbol kekayaan seni budaya masyarakat Dawan. Motif tenun khas TTU yang menghiasi sisi-sisi spanduk semakin memperkuat identitas budaya yang ingin ditampilkan kepada masyarakat Kabupaten Malaka.

Tidak hanya kendaraan hias, seluruh peserta yang tergabung dalam barisan IKADA Biinmaffo Malaka juga mengenakan pakaian adat khas Kabupaten TTU dengan beragam motif tenun tradisional. Busana tersebut merepresentasikan kekayaan budaya dari tiga wilayah swapraja besar di TTU, yakni Biboki, Insana, dan Miomaffo, yang hingga kini masih dijaga dan diwariskan oleh masyarakatnya.

Sepanjang perjalanan karnaval, rombongan IKADA Biinmaffo Malaka terus memutar lagu-lagu daerah TTU melalui sound sistem yang terpasang di kendaraan pikap yang digunakan. Alunan musik tradisional itu disambut dengan tarian khas Dawan yang dibawakan para peserta di sepanjang rute pawai. 

Penampilan tersebut menjadi simbol bahwa masyarakat asal TTU yang kini menetap di Kabupaten Malaka tetap mencintai, menjaga, dan melestarikan budaya leluhur mereka meski telah hidup di tanah rantau.

Ketua Humas IKADA Biinmaffo Malaka, Guido Naikofi, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti karnaval merupakan putra-putri asal Kabupaten TTU yang kini menetap dan mencari nafkah di Kabupaten Malaka. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Malaka namun tetap menjalin kebersamaan melalui organisasi paguyuban.

"Kami semua ini tersebar di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Malaka. Hari ini yang hadir sekitar 200 lebih orang. Semuanya menggunakan pakaian adat asal Kabupaten TTU dengan beragam motif dari Biboki, Insana, dan Miomaffo," ujarnya usai kegiatan.

Guido menjelaskan, tahun 2026 menjadi kali pertama Peguyuban IKADA Biinmaffo Malaka mengikuti Karnaval Kemerdekaan HUT RI di Kabupaten Malaka. Menurutnya, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan identitas budaya masyarakat TTU sekaligus mempererat hubungan persaudaraan dengan seluruh masyarakat Malaka.

"Baru tahun ini Peguyuban IKADA Biinmaffo Malaka ikut terlibat dalam Karnaval HUT RI. Tahun-tahun sebelumnya kami belum sempat ikut. Semua ini telah kami persiapkan bersama karena kami juga ingin menunjukkan keberadaan kami di Kabupaten Malaka," katanya.

Ia menegaskan, meskipun kini tinggal dan menetap di Kabupaten Malaka, masyarakat TTU tidak ingin kehilangan jati diri sebagai pewaris budaya Dawan. Karena itu, pelestarian adat dan budaya menjadi komitmen bersama yang terus dijaga oleh seluruh anggota paguyuban.

"Walaupun sekarang kami hidup di tanah orang, budaya dan adat istiadat kami harus tetap dilestarikan. Keterlibatan kami dalam karnaval ini merupakan bentuk nyata pelestarian budaya asal yang terus kami pelihara. Kami ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa kami juga ada, dan budaya asal kami tetap hidup walaupun kami kini tinggal di Kabupaten Malaka," tutur Guido.

Melalui keikutsertaan dalam Karnaval Kemerdekaan HUT RI ke-81 ini, Peguyuban IKADA Biinmaffo Malaka berharap keberadaan masyarakat TTU di Kabupaten Malaka semakin dikenal sebagai bagian dari keberagaman yang memperkaya kehidupan sosial dan budaya daerah. 

"Semoga momentum peringatan kemerdekaan ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarsuku serta memperkuat semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas Guido. (ito)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.