TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ada satu permintaan sederhana dari Dewi Sartika Sitinjak yang hingga kini masih melekat kuat dalam ingatan Ando Jaya Samosir.
Bukan permintaan yang sulit. Bukan pula sesuatu yang mahal. Dewi hanya ingin bunga.
Perempuan berusia 24 tahun itu sempat meminta Ando menyiapkan bunga untuk dirinya setelah menjalani operasi ambeien di RS Awal Bros (RSAB) Botania.
Saat itu, Selasa (28/7/2026), Dewi baru saja menjalani operasi.
Di tengah rasa lega karena tindakan medis telah selesai, Dewi membayangkan dirinya akan menerima bunga sebagai ucapan selamat karena telah melewati operasi.
Permintaan sederhana itu disampaikan kepada Ando dengan polos.
"Dia cuma ngomong kalau habis operasi, nanti dia dikasih bunga katanya," ujar Ando dengan suara bergetar.
Ando kemudian memastikan kembali maksud kekasihnya tersebut.
Dewi memang menginginkan bunga sebagai tanda ucapan selamat.
"Iya, untuk selamat gitula, ucapan selamat. Dia minta bunga, tahu-tahu kayak gini," kata Ando terbata-bata sambil terisak.
Saat kalimat itu kembali dikenangnya, suara Ando tak lagi terdengar tegar.
Sebab, bunga yang seharusnya menjadi simbol kebahagiaan setelah Dewi melewati operasi, justru berubah menjadi kenangan yang begitu menyakitkan.
Tak lama setelah menjalani operasi, kondisi Dewi kemudian memburuk hingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Hari-hari berlalu.
Ando dan keluarga masih menyimpan harapan agar Dewi kembali sadar dan pulih.
Namun harapan itu akhirnya harus berhadapan dengan kenyataan.
Dewi mengembuskan napas terakhir pada Senin (10/8/2026), setelah sekitar dua pekan menjalani penanganan medis.
Kini, permintaan bunga yang pernah disampaikan Dewi kepada Ando memiliki arti yang berbeda.
Bukan lagi sekadar bunga ucapan selamat setelah operasi.
Bunga itu menjadi simbol dari sebuah harapan yang pernah mereka miliki bersama.
Harapan bahwa Dewi akan melewati masa sulit, kembali sehat, dan menjalani hari-hari seperti biasa. Namun, takdir berkata lain.
Ando kini hanya bisa mengenang suara kekasihnya yang meminta bunga.
Sebuah permintaan sederhana yang dahulu terdengar begitu biasa, tetapi kini menjadi salah satu kenangan paling berharga sekaligus paling menyakitkan tentang Dewi.
Bunga yang seharusnya menjadi tanda selamat atas keberhasilan melewati operasi, akhirnya justru menjadi kenangan tentang seorang perempuan yang pergi untuk selamanya.
Baca juga: Tangis Pecah di Depan ICU, Airmata Sahabat Tak Terbendung Usai Dewi Sartika Dinyatakan Meninggal
Seporsi sup menjadi salah satu kenangan terakhir yang masih membekas bagi Ando Jaya Samosir, kekasih Dewi Sartika Sitinjak, sebelum perempuan yang dicintainya itu tak sadarkan diri setelah menjalani operasi.
Malam itu, Selasa (28/7/2026), Ando masih berada di sisi gadis 24 itu yang baru saja menjalani operasi ambeien di RS Awal Bros Botania.
Dewi sebelumnya masuk rumah sakit pada Senin (27/7) kemudian menjalani operasi pada Selasa sekitar pukul 19.00 WIB yang berlangsung lebih dari dua setengah jam.
Operasi selesai sekitar pukul 21.30 WIB dan, menurut Ando, kondisi Dewi saat itu masih terlihat baik.
Ia masih bisa merespons, berbincang, bahkan tidak mengeluhkan rasa sakit setelah menjalani tindakan medis tersebut.
"Setelah operasi saya tanya, enggak ada keluhan, masih respons. Katanya enggak ada sakit apa pun," tutur Ando saat ditemui.
Tak lama setelah operasi, seorang perawat disebut memberi tahu Dewi bahwa dirinya sudah diperbolehkan makan, dengan catatan makanan yang dikonsumsi tidak pedas.
Ando kemudian menanyakan makanan yang ingin disantap Dewi.
Perempuan itu memilih sup, sehingga Ando berinisiatif keluar membeli makanan tersebut untuk kekasihnya.
"Kalau lapar, boleh makan, asal jangan pedas-pedas. Aku tanya, dibilanglah 'sup aja'," ujar Ando, menirukan percakapannya dengan Dewi malam itu.
Saat kembali ke kamar, Ando mendapati Dewi sedang tertidur.
Ia kemudian membangunkan kekasihnya tersebut dan menyuapkan sup yang baru dibelinya.
Menurut Ando, gadis kelahiran Samosir itu menyantap sup itu dengan lahap.
Saat itu, ia mengaku belum melihat adanya tanda-tanda bahwa kondisi Dewi akan berubah drastis beberapa saat kemudian.
Sekitar pukul 23.30 WIB, seorang perawat datang ke ruang rawat inap dan memberikan suntikan melalui selang infus Dewi.
Ando mengatakan, setelah suntikan pertama diberikan, Dewi langsung mengeluhkan rasa sakit.
Bahkan, Dewi disebut sempat mencengkeram tangan Ando karena menahan rasa sakit tersebut.
"Suntikan itu dia yudah cengkeram tanganku karena sakitnya mungkin kan. Dia bilang ke perawat, 'Kok sakit ya, Kak.' Nah, perawatnya jawab ini efek obat aja," kata Ando.
Baca juga: Perjuangan Dewi Sartika Sitinjak Merantau di Batam, Meninggal Usai Operasi, Buat Geger Dormitory
Menurut Ando, setelah suntikan pertama, Dewi kembali mendapatkan suntikan berikutnya melalui jalur infus.
Ia menyebut saat itu mendapat penjelasan bahwa obat yang diberikan berkaitan dengan penanganan nyeri, radang serta untuk mencegah pendarahan.
Namun, tidak berselang lama, kondisi Dewi mulai berubah.
Pria 30 tahun itu mengatakan Dewi mengeluh ingin muntah, kemudian mengalami kejang sebelum akhirnya muntah.
Sekira pukul 23.45 WIB, Dewi disebut sudah tidak sadarkan diri.
Petugas medis kemudian melakukan tindakan pertolongan di ruang rawat inap.
Menurut Ando, salah satu tindakan yang dilakukan adalah pompa jantung secara manual dan alat yang berlangsung sekitar 55 menit.
"Setelah itu jam 1 tanggal 29 dipindahkan ke ICU sudah tidak sadar lalu diapsang alat medis. Sejak saat itu sampai dinyatakan meninggal sudah enggak ada lagi respon," ucapnya.
Sejak malam tersebut, Dewi menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Awal Bros Botania hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Senin (10/8/2026).
Kepergian Dewi meninggalkan duka bagi keluarga, kekasih, serta rekan-rekannya yang selama ini menemaninya menjalani kehidupan sebagai perantau di Batam.
Bagi Ando, malam 28 Juli itu akan selalu diingat sebagai waktu terakhir dirinya melihat Dewi masih bisa berbincang dan menyantap makanan dengan lahap.
Seporsi sup yang awalnya dibeli untuk mengisi perut Dewi setelah operasi, kini justru menjadi salah satu kenangan terakhir Ando bersama kekasihnya.
Sebelumnya, keluarga Dewi melalui kuasa hukumnya telah melaporkan dugaan malapraktik ke Polresta Barelang pada Sabtu (8/8/2026).
Laporan tersebut dibuat karena keluarga mempertanyakan penanganan medis yang diterima Dewi setelah menjalani operasi hingga mengalami kondisi kritis dan harus mendapat perawatan di ruang ICU.
Pihak RS Awal Bros Botania sebelumnya menyatakan telah mengetahui laporan tersebut dan akan membahasnya secara internal.
Penyebab pasti kondisi kritis hingga meninggalnya Dewi masih menunggu hasil pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
(Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)