Polemik Meninggalnya Dewi Sartika Sitinjak di Batam, Perantau Asal Samosir
AbdiTumanggor August 10, 2026 11:27 PM

Perantau Asal Samosir, Dewi Sartika Sitinjak Tutup Usia di Batam

 

TRIBUN-MEDAN.com – Duka menyelimuti kawasan Batamindo, Mukakuning, setelah kabar meninggalnya Dewi Sartika Sitinjak (24), perantau asal Samosir yang telah enam tahun bekerja di Batam.

Dewi menghembuskan napas terakhir pada Senin (10/8/2026) setelah dua pekan dirawat intensif di RS Awal Bros (RSAB) Botania.

Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi rekan kerja dan teman-teman satu dormitory.

Sosok Humble dan Ceria

Rekan satu dormitory, Delia, mengenang Dewi sebagai pribadi yang rendah hati dan penuh canda.

“Dia itu orangnya humble, nggak pernah ada masalah. Anaknya ceria, suka bercanda,” ujar Delia saat ditemui di RSAB Botania, Senin sore.

Delia menuturkan, Dewi lebih dahulu tinggal di dormitory Batamindo. Keduanya bekerja di PT Yageo (sebelumnya PT Schneider), meski di departemen berbeda.

Enam Tahun Merantau

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Batam, Dewi menetap di dormitory Batamindo dan bekerja di perusahaan manufaktur komponen elektronik.

Selain bekerja, ia tetap berusaha melanjutkan pendidikan. Kesibukan di pabrik tidak menghalangi semangatnya menata masa depan.

Suasana Duka di RSAB Botania

Kabar duka membuat suasana dormitory dan lingkungan kerja diliputi kesedihan.

Rekan-rekan berdatangan ke RSAB Botania untuk memberikan penghormatan terakhir.

Tangis lirih terdengar di ruang tunggu ICU, beberapa rekan tampak merangkul lutut menahan tangis, sementara yang lain saling berpelukan menguatkan satu sama lain.

“Sedih kak. Kami kaget, pulang kerja dapat kabar duka begini. Infonya meninggal 14.20 WIB tadi. Makanya kami dari PT langsung ke sini,” kata salah seorang teman Dewi.

Dugaan Malapraktik

Sebelumnya, keluarga Dewi melaporkan RS Awal Bros Batam ke Polresta Barelang atas dugaan malapraktik, Sabtu (8/8/2026).

Kuasa hukum keluarga, Jendris Sihombing, menilai ada kejanggalan dalam penanganan medis.

Menurutnya, kondisi Dewi memburuk setelah menerima tiga suntikan pascaoperasi.

“Dua jam setelah operasi, pihak rumah sakit memberikan pasien tiga dosis suntikan. Dua dosis disuntik melalui tangan, dan satu dosis dicampurkan ke dalam botol infus,” ujar Jendris.

Jawaban Rumah Sakit

Direktur RS Awal Bros Batam, dr. Retno Kusumo, MARS menegaskan keselamatan pasien adalah prioritas utama.

“Keselamatan pasien merupakan prioritas utama kami,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (9/8/2026).

Retno menjelaskan, tindakan medis dilakukan sesuai prosedur dengan persetujuan keluarga (informed consent).

Ia meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan adanya kelalaian sebelum hasil evaluasi resmi diperoleh.

Permintaan Terakhir

Ando Jaya Samosir, kekasih Dewi, mengenang momen terakhir bersama sang kekasih. Usai operasi, Dewi meminta seporsi sup.

Ando membelikan makanan tersebut dan menyuapkannya. Tak lama kemudian, kondisi Dewi berubah drastis setelah menerima suntikan melalui infus.

Sekitar pukul 23.45 WIB, Dewi tidak sadarkan diri dan dipindahkan ke ICU.

Sejak saat itu hingga Senin (10/8/2026), ia tidak pernah lagi merespons hingga akhirnya tutup usia.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: PILU Perantau Asal Samosir Dewi Sitinjak Meninggal Usai Operasi Ambeian, Keluarga Duga Malapraktik

Baca juga: TANGIS PILU Roma Sitinjak di Depan Kamar Jenazah: Ayah dan Ibunya Ikut Tewas Kecelakaan Sibolangit

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.