TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Petugas Manggala Agni dikerahkan untuk menangani lima titik api aktif yang membakar lahan gambut di dua wilayah tersebut, Senin (10/8/2026).
Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak, Taufik, mengonfirmasi bahwa salah satu fokus penanganan berada di RT 13/RW 08, Dusun Cahaya Baru, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.
Di lokasi tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 7 hektare. Tim di lapangan telah memadamkan sekitar 1 hektare, sementara sisa area terbakar masih membutuhkan penanganan lanjutan.
"Vegetasi yang terbakar berupa pakis, akasia dan semak belukar. Jenis tanahnya gambut," kata Taufik.
Baca juga: Kabut Asap Selimuti Pontianak, Pembelajaran TK hingga SMP Dialihkan ke Daring
Upaya pemadaman di Bansir Darat dimulai sejak pukul 08.45 WIB. Petugas memfokuskan tindakan pada pemadaman langsung dan pembuatan penyekatan untuk mengendalikan pergerakan api agar tidak mendekati kawasan permukiman warga.
Meski api ke arah permukiman berhasil ditahan, tim masih menghadapi kendala jangkauan pada sejumlah titik api di dalam lahan gambut.
"Masih ada titik api yang belum bisa dijangkau. Kondisi di lapangan masih terbakar dan perlu penanganan lanjutan," ujarnya.
Selain di Kota Pontianak, Manggala Agni juga menangani empat lokasi karhutla di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Lokasi tersebut meliputi Dusun Wonodadi, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya (Kompleks Seruat Mansion) dan kawasan TPA sampah di Dusun Keramat 1, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Operasi pemadaman di kedua titik ini telah berlangsung selama enam hari.
Dua titik lainnya berada di Dusun Mulyo Rejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya yang telah ditangani selama tiga hari, serta di Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya.
"Total hari ini ada lima lokasi yang kami lakukan pemadaman," kata Taufik.
Taufik menambahkan bahwa karakteristik tanah gambut yang mengering disertai kondisi cuaca cerah menjadi perhatian utama dalam operasi penanganan. Tim Satgas Karhutla terus melakukan penyiraman dan penyekatan guna mencegah perluasan area terbakar.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan alat pengukur kualitas udara yang berada di Kecamatan Pontianak Tenggara, kualitas udara pada Minggu 9 Agustus 2026 malam berada pada kategori kurang sehat.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran agar kegiatan pembelajaran bagi siswa TK, PAUD, SD dan SMP di bawah naungan Pemerintah Kota Pontianak untuk sementara tidak dilakukan secara tatap muka.
"Mulai hari ini melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak membuat surat edaran untuk siswa TK, PAUD, SD, SMP yang di bawah naungan Pemerintah Kota Pontianak tidak belajar tatap muka di sekolah, tetapi melalui daring," jelas Edi.
Edi mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok yang sensitif terhadap paparan asap, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus keluar rumah.
"Kita harapkan anak-anak yang sensitif ini tetap menggunakan masker kalau keluar ruangan atau keluar rumah, mengurangi aktivitas di luar dan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit kalau ada gejala-gejala ISPA yang akut," imbaunya. (*)