Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) membangun Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) dan hidran mandiri di lokasi rawan kebakaran kawasan permukiman RW 03, Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, pada 18 Agustus 2026.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan berdasarkan hasil rapat pimpinan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan kasus kebakaran tertinggi di Jakarta.
Kondisi tersebut, kata dia, diperparah dengan keterbatasan hidran mandiri dan sulitnya mendapatkan sumber air saat terjadi kebakaran di kawasan padat penduduk.
“Jumlah hidran mandiri di Jakarta Barat paling sedikit dibandingkan dengan wilayah lain. Saat kejadian di Tambora dan Mangga Besar kemarin, petugas harus menarik air dari kali atau wilayah pusat karena sulit mencari titik air di sekitar lokasi,” ujar Iin di Jakarta, Senin.
Menurut dia, dari 11 kelurahan di Kecamatan Tambora, baru empat kelurahan yang memiliki Pos Damkar. Maka dari itu, Pemkot Jakarta Barat berupaya meningkatkan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran di setiap kelurahan.
"Untuk administrasinya, KIB A akan dialihkan ke Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, sementara pembangunan fisik dikoordinasikan melalui Sudin LH. Di lokasi tersebut juga akan dibangun fasilitas multifungsi sebagai pos Gulkarmat dan titik pembuangan sampah baru agar pengelolaan sampah tetap berjalan tanpa menutup akses jalan," kata Iin.
Untuk mendukung rencana tersebut, kata dia, TPS RW 03 Duri Utara yang berada di tengah permukiman akan dialihfungsikan menjadi Pos Damkar sekaligus fasilitas multifungsi.
"Kita juga akan menyiapkan titik pembuangan sampah baru agar pengelolaan sampah tetap berjalan tanpa mengganggu akses jalan," tutur Iin.
Sementara itu, Lurah Duri Utara Ari Kurnia menuturkan Wali Kota Jakarta Barat telah mengeluarkan instruksi untuk mempersiapkan lokasi yang dapat dijadikan Pos Damkar.
“Prioritas utama lokasi tersebut akan dijadikan Pos Damkar,” ungkap Ari.
Dia menambahkan untuk pengelolaan sampah, depo RW 03 akan direlokasi dengan menerapkan sistem transit atau drop point di Jalan KH Mas Mansur, tepatnya di samping SPBU RT 03/RW 03.
Sistem tersebut akan digunakan untuk proses bongkar muat sampah pada malam hingga dini hari agar tidak mengganggu aktivitas warga.
"Lokasi itu memiliki bahu jalan luas, yang diperkirakan dua truk bisa bongkar muat sampah. Sesuai arahan pimpinan, besok bisa dicoba, yang mana proses bongkar muat di atas jam 12 malam. Gerobak sampah buang sampah dan jam 03.00 WIB sudah jelas," terang Ari.
Pembangunan Pos Damkar tersebut rencananya ditandai dengan peletakan batu pertama dalam kick off pencegahan kebakaran se-Jakarta Barat pada 18 Agustus 2026 di wilayah Duri Utara.





