SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat kemacetan panjang di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung, KM 17 Banyuasin, menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp 2,4 miliar per hari.
Hal ini diungkapkan Ketua Umum Kadin Sumsel H Affandi Udji, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, antrean kendaraan hingga puluhan kilometer dan waktu tunggu berjam-jam tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi.
"Kami sepenuhnya mendukung perbaikan infrastruktur jalan. Tetapi, jangan sampai proses perbaikan justru menimbulkan kerugian ekonomi yang jauh lebih besar akibat kemacetan yang berlarut-larut," kata Affandi.
Baca juga: Jalintim Palembang-Betung Macet Parah, Kendaraan Mengular dari Kawasan CGC hingga KM 16 Banyuasin
Berdasarkan kalkulasi Kadin Sumsel, satu truk sedang hingga besar yang tertahan satu jam mengalami pemborosan BBM, biaya operasional sopir, dan kehilangan produktivitas sekitar Rp250.000.
Dengan asumsi 800 truk tertahan dalam antrean sepanjang 20 kilometer dan rata-rata terjebak 4 jam, kerugian langsung sektor angkutan dalam satu kejadian mencapai Rp800.000.000.
Dampak berantai terjadi karena Jalintim merupakan jalur distribusi pangan, bahan baku industri, serta komoditas ekspor Sumsel seperti karet, sawit, dan kopi.
Kadin memperkirakan efek pengganda mencapai tiga kali lipat, sehingga total dampak ekonomi daerah ditaksir Rp2,4 miliar per hari.
Affandi menyebut jika kemacetan parah berlangsung 3,5 hari, akumulasi kerugian bisa mencapai Rp8,4 miliar. Angka itu setara dengan estimasi biaya pembangunan satu kilometer jalan beton baru.
"Semakin lama kemacetan ini dibiarkan, semakin besar pula kerugian ekonomi yang ditanggung daerah. Karena itu, penyelesaian jalan harus dipercepat," tegasnya.
Untuk mengurangi dampak, Kadin Sumsel mendorong Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, pemerintah daerah, dan kepolisian berkoordinasi mengevaluasi manajemen lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
Baca juga: Tol KapalBetung Dibuka Situasional Saat Jalintim Palembang-Betung Macet Parah, Ini Penjelasan Polisi
Beberapa usulan Kadin meliputi percepatan pengerjaan di titik kritis, optimalisasi jam kerja malam atau sistem shift, penggunaan teknologi konstruksi yang mempercepat proses, serta penyiagaan petugas lalu lintas dan unit derek untuk mencegah gridlock. Kadin juga meminta disediakan sistem informasi rute real-time bagi pelaku logistik.
Secara khusus, Kadin meminta PT Hutama Karya Infrastruktur mempercepat penyelesaian 100 persen ruas jalan Palembang-Betung.
"Jangan sampai niat baik memperbaiki infrastruktur justru mengorbankan ketahanan ekonomi daerah, memicu inflasi harga barang dan menurunkan daya saing produk-produk unggulan Sumatera Selatan," pungkas Affandi.