...Ini perlu kita ingat supaya anak-anak kita tahu kenapa harus berdamai dan bagaimana perdamaian itu terjadi

Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Aceh Besar, Muharram Idris menekankan pentingnya edukasi sejarah perdamaian Aceh yang sudah berumur 21 tahun kepada generasi muda.

“Perdamaian sudah 21 tahun. Itu sudah melahirkan anak yang dewasa. Mereka tidak tahu apa itu damai, tsunami pun mereka tidak tahu. Karena itu perlu edukasi berkelanjutan kepada masyarakat Aceh,” katanya di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela rapat persiapan Hari Damai Aceh di Ruang Rapat Setda Aceh, Banda Aceh yang dipimpin Asisten I Setda Aceh, Syakir.

Ia menjelaskan peringatan Hari Damai Aceh ke-21 harus menjadi momentum untuk merawat perdamaian, memperlihatkan manfaatnya bagi rakyat, serta mewariskan pemahaman sejarah kepada generasi berikutnya.

Ia juga meminta peringatan Hari Damai Aceh ke-21 tahun 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi harus mampu menunjukkan hasil dan manfaat perdamaian bagi masyarakat.

Menurut Muharram, momentum 21 tahun perdamaian harus dimanfaatkan untuk mengingat kembali sejarah lahirnya perdamaian Aceh sekaligus menjelaskan kepada generasi muda mengapa perdamaian Aceh begitu penting.

“Perdamaian itu lahir dengan pengorbanan ratusan ribu jiwa akibat tsunami. Karena adanya tsunami maka lahirlah perdamaian. Ini perlu kita ingat supaya anak-anak kita tahu kenapa harus berdamai dan bagaimana perdamaian itu terjadi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Besar mengusulkan agar para tokoh yang terlibat dalam proses perdamaian Aceh ikut dihadirkan dalam rangkaian peringatan, termasuk Jusuf Kalla, Hamid Awaluddin, Bakhtiar Abdullah, Nur Juli, hingga Susilo Bambang Yudhoyono serta perwakilan Crisis Management Initiative (CMI).

Muharram juga mengusulkan agar video yang akan ditampilkan dalam kegiatan seremonial nantinya tidak hanya berisi program pembangunan pemerintah, tetapi memperlihatkan pencapaian Aceh setelah kesepakatan perdamaian.

Ia menilai berbagai perubahan yang terjadi setelah konflik berakhir perlu dikemas menjadi bagian dari narasi capaian perdamaian, sehingga masyarakat dapat melihat secara nyata manfaat dari kondisi Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun tanpa konflik bersenjata.

Sementara itu, Asisten I Sekda Aceh, Syakir meminta Ketua BRA melakukan silaturahmi dengan perbankan, BUMN dan berbagai lembaga di Aceh untuk mendukung pelaksanaan rangkaian peringatan Hari Damai Aceh.

Menurutnya, komunikasi yang baik dengan lintas sektor tersebut dapat membantu meramaikan dan memeriahkan kegiatan Hari Damai Aceh, sehingga peringatan momen penting bagi masyarakat Aceh tersebut tidak kalah meriah dengan tahun tahun sebelumnya.