TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Berikut cara memilih camilan yang anak dan sehat menurut Badan Pengawas Obat dan makanan atau BPOM RI seperti dikutip di instagram BPOM.
Camilan anak sebaiknya dipilih dengan memperhatikan kandungan gizi, keamanan bahan pangan, kebersihan, serta informasi pada label kemasan.
1. Pilih Camilan dengan Gizi Seimbang
Camilan yang baik bukan makanan yang hanya mengenyangkan atau memiliki rasa manis dan gurih.
Pilih camilan yang mengandung zat gizi secara seimbang, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, dengan porsi yang lebih kecil dibandingkan makanan utama.
Lengkapi pilihan camilan dengan vitamin dan mineral yang dapat diperoleh dari sayuran dan buah-buahan.
Contohnya, orang tua dapat memberikan buah potong, roti dengan isian bergizi, telur, kacang-kacangan, atau olahan pangan lain yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.
Baca juga: Dokter Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang dalam Cemilan Anak
2. Pastikan Camilan Aman dari Bahan Berbahaya
Keamanan pangan menjadi hal yang sangat penting dalam memilih jajanan anak.
Hindari pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya atau bahan yang dilarang digunakan dalam pangan.
Beberapa bahan berbahaya yang perlu diwaspadai antara lain: Asam borat, Asam salisilat, Kalium klorat, Kloramfenikol, Formaldehida hingga pewarna tekstil seperti Rhodamin B.
Bahan-bahan tersebut tidak boleh digunakan secara sembarangan dalam pangan.
Orang tua juga perlu lebih cermat ketika membeli jajanan anak, termasuk kerupuk dan berbagai jajanan berwarna mencolok.
3. Batasi Camilan Tinggi Gula dan Garam
Anak-anak umumnya menyukai makanan dengan rasa manis atau gurih.
Namun, konsumsi camilan yang tinggi gula dan garam sebaiknya dibatasi.
Beberapa contoh camilan yang perlu dibatasi antara lain permen, keripik, makanan ringan tinggi garam, serta minuman manis.
Biasakan anak menikmati camilan yang lebih beragam dan bergizi. Dengan begitu, anak tidak terbiasa menjadikan makanan atau minuman tinggi gula dan garam sebagai pilihan utama.
4. Utamakan Air Putih
Selain memperhatikan makanan, orang tua juga perlu memperhatikan jenis minuman yang dikonsumsi anak.
Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan anak.
Membiasakan anak minum air putih sejak dini merupakan salah satu langkah sederhana untuk membangun pola hidup sehat.
Baca juga: Cara Widi Mulia Cegah Stunting untuk Anak-anaknya Lewat Cemilan Bernutrisi Tinggi
5. Periksa Label dan Komposisi Produk
Sebelum membeli camilan kemasan, luangkan waktu untuk membaca informasi pada label.
Perhatikan: Nama produk dan merek, Daftar komposisi, Informasi nilai gizi, Tanggal kedaluwarsa, Kondisi kemasan maupun Nomor izin edar
Jangan memilih produk yang kemasannya rusak atau menunjukkan tanda-tanda tidak layak konsumsi.
6. Pastikan Produk Memiliki Izin Edar BPOM
Untuk pangan olahan dalam kemasan, orang tua dapat memastikan produk telah memiliki izin edar sesuai ketentuan.
Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi Cek BPOM atau aplikasi BPOM Mobile dengan memastikan Nomor registrasi, nama produk hingga nama merek.
7. Sajikan Camilan Higienis dan Sesuai Jadwal
Keamanan camilan tidak hanya ditentukan oleh jenis makanannya, tetapi juga cara penyajian dan penyimpanannya.
Pastikan tangan, peralatan makan, dan tempat penyajian dalam kondisi bersih.
Simpan makanan sesuai petunjuk penyimpanan.
Camilan juga sebaiknya diberikan sesuai jadwal makan anak agar tidak mengganggu waktu makan utama.