POSBELITUNG.CO--Polisi mengungkap motif di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggemparkan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.
Saepul (26), tersangka dalam kasus tersebut, diduga membunuh korban karena ingin menguasai sepeda motor Honda PCX milik korban.
Motif tersebut terungkap setelah penyidik mendalami rangkaian peristiwa sebelum hingga sesudah pembunuhan.
Polisi menemukan bahwa keinginan menguasai sepeda motor korban ternyata sudah muncul sebelum keduanya bertemu secara langsung.
Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono mengatakan, Saepul pertama kali melihat foto korban yang sedang menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna hitam.
Dari situ, muncul keinginan tersangka untuk memiliki kendaraan tersebut. Desakan ekonomi disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong niat tersebut.
“Dari situlah, karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut,” ujar Breggy dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Polisi menemukan fakta lain yang membuat kasus ini semakin serius.
Sebelum bertemu korban, Saepul ternyata sudah sempat berbicara dengan seorang temannya mengenai keinginannya mendapatkan sepeda motor.
Percakapan tersebut berlangsung pada Kamis (23/7/2026).
Dalam percakapan itu, Saepul mengaku ingin memiliki sepeda motor.
Ketika ditanya mengenai cara mendapatkannya, tersangka bahkan menjawab dengan pernyataan bahwa dirinya mungkin akan membunuh seseorang.
“‘Nggak tahu, mungkin membunuh orang,’ begitu salah satu kalimat yang diucapkan oleh pelaku,” ungkap Breggy.
Keterangan tersebut kini menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengungkap bagaimana niat awal tersangka kemudian berkembang hingga berujung pada pembunuhan.
Baca juga: Heboh, Pengantin Pria di Grobogan Bawa Seserahan Ekskavator Hingga Rubicon, Nilainya Tembus Miliaran
Pada hari yang sama, Saepul kemudian mengajak korban bertemu di kontrakannya.
Pertemuan tersebut awalnya berlangsung antara keduanya, tetapi kemudian terjadi cekcok.
Polisi menyebut pertengkaran dipicu setelah korban menolak ajakan Saepul untuk melakukan hubungan seksual.
Penolakan tersebut kemudian berujung pada tindakan kekerasan.
Menurut Breggy, korban sempat menampar Saepul saat terjadi pertengkaran.
“Kemudian korban tidak terima, akhirnya menampar pipi daripada pelaku,” kata Breggy.
Perkelahian yang terjadi setelah itu kemudian berujung pada meninggalnya korban.
Setelah korban meninggal dunia, Saepul diduga memotong jasad korban menjadi dua bagian.
Potongan tubuh korban kemudian dibuang di lokasi yang berbeda.
Penemuan jasad dalam kondisi termutilasi itulah yang kemudian mengungkap adanya kasus pembunuhan di wilayah Pancoran Mas, Depok.
Sementara setelah melakukan aksinya, Saepul membawa sepeda motor Honda PCX milik korban.
Motor tersebut kemudian dijual ke wilayah Pandeglang, Banten.
Polisi kini masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk menelusuri barang bukti serta pihak-pihak yang berkaitan dengan penjualan sepeda motor korban.
Baca juga: 10 Pemain Bola Terkaya Dunia 2026, Ronaldo Teratas, Messi dan Beckham Mengekor
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menilai motif penguasaan kendaraan bukan sekadar muncul setelah terjadi pertengkaran.
Keinginan tersebut disebut telah ada sebelum Saepul bertemu korban secara langsung. Foto korban bersama Honda PCX menjadi salah satu pemicu munculnya niat tersangka.
Fakta bahwa Saepul sempat mengatakan kepada temannya tentang kemungkinan membunuh seseorang sebelum bertemu korban juga menjadi perhatian penyidik.
Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dan motif dalam kasus tersebut.
Kasus ini sebelumnya menggemparkan masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi tubuh termutilasi di kawasan Pancoran Mas, Depok.
Penyidik Polda Metro Jaya masih mengumpulkan dan mencocokkan sejumlah alat bukti untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh, termasuk kronologi pembunuhan, proses mutilasi, hingga penjualan sepeda motor Honda PCX milik korban.
Sumber : Kompas.com