Iran Beri Sinyal Selat Hormuz Bisa Dibuka, Ini Syarat yang Diajukan ke AS
Laksmi Anindita August 11, 2026 12:44 AM

TRIBUNWOW.COM - Harapan dibukanya kembali Selat Hormuz secara penuh mulai muncul setelah Iran menyatakan pembahasan rute pelayaran alternatif bersama Oman hampir mencapai kesepakatan. Namun, lalu lintas kapal di salah satu jalur energi strategis dunia itu belum tentu segera kembali normal.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pada Minggu (9/8/2026) bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai rute pelayaran baru melalui Selat Hormuz hampir rampung.

Meski demikian, Teheran masih menghadapi perbedaan dengan Washington mengenai syarat pemulihan aktivitas maritim. Iran mengaitkan pembukaan penuh Hormuz dengan sejumlah langkah Amerika Serikat terkait sanksi, operasi militer, pembekuan aset Iran, serta kerugian yang menurut Teheran ditimbulkan oleh serangan sebelumnya.

Seorang pejabat senior Iran juga menyatakan Selat Hormuz belum akan dibuka sepenuhnya sebelum Amerika Serikat mengubah pendekatannya terhadap Iran.

Dengan demikian, persoalan pembukaan Hormuz tidak hanya berkaitan dengan rute yang dapat digunakan kapal. Pembahasan tersebut juga bergantung pada kesepakatan politik dan keamanan antara Teheran dan Washington.

Kesepakatan Iran dan Oman Belum Cukup

Oman selama ini memainkan peran sebagai penghubung dalam komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat. Pembahasan Teheran dan Muscat mengenai rute pelayaran baru menjadi salah satu upaya menjaga aktivitas maritim tetap berjalan di tengah ketegangan.

Namun, kesepakatan teknis mengenai rute alternatif hanya menyelesaikan sebagian persoalan. Iran masih mengaitkan pembukaan penuh Selat Hormuz dengan sejumlah tuntutan terhadap Amerika Serikat.

Karena itu, meskipun rute alternatif nantinya disepakati, pelayaran internasional belum otomatis kembali seperti kondisi sebelum gangguan. Perkembangan tersebut membuat perhatian pasar energi tertuju pada kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.

Mengapa Selat Hormuz Sangat Penting?

Selat Hormuz berada di antara Iran dan Oman serta menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Posisi geografis tersebut menjadikan Hormuz sebagai salah satu jalur penting bagi perdagangan energi dunia.

Data Badan Informasi Energi Amerika Serikat atau EIA menunjukkan sekitar 20,9 juta barel minyak mentah dan produk minyak melewati Selat Hormuz setiap hari pada paruh pertama 2025. Angka tersebut setara dengan sekitar seperlima konsumsi minyak dunia dan sekitar seperempat perdagangan minyak melalui laut.

Hormuz juga menjadi jalur utama perdagangan gas alam cair atau LNG. Sekitar 20 persen perdagangan LNG dunia pada 2024 melewati selat tersebut, terutama dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

Sebagian besar LNG yang melewati Selat Hormuz kemudian dikirim ke pasar Asia, termasuk China, India, dan Korea Selatan.

Karena itu, gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz berpotensi memberikan dampak terhadap harga energi, biaya transportasi, inflasi, hingga pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.