Laporan Aktivitas Gunung Merapi Selasa 11 Agustus 2026 Pagi Ini
Muhammad Fatoni August 11, 2026 08:01 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tidak teramati guguran lava yang keluar dari Gunung Merapi. 

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga pagi hari ini, Selasa (11/8/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk laporan pengamatan kegempaan, tercatat 21 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-19 mm dan lama gempa 35.3-152.58 detik.

Selain itu tercatat pula 33 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-33 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 9.82-34.31 detik.

Serta 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 19 mm, dan lama gempa 19.1 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Cuaca teramati cerah hingga berawan, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 15.2-17°C. Kelembaban 82-92.5 persen. Tekanan udara 873-916 mmHg.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca Hari Ini Selasa 11 Agustus 2026: Sebagian Wilayah DIY Cerah-Berawan

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.