Cerita Anak 4 Tahun Kena Stroke, Keluhkan Gejala Awal Seperti Ini
GH News August 11, 2026 10:08 AM
Jakarta -

Seorang anak perempuan berusia 4 tahun di Skotlandia mengalami stroke. Kondisi ini diduga dipicu oleh infeksi cacar air yang dialaminya beberapa bulan sebelumnya.

Anak ini terbangun sambil muntah dan mengeluh sakit kepala pada Juni 2025. Namun, ibunya, Rebecca mengira dia hanya mengalami penyakit ringan.

Olivia hanya beristirahat di rumah dan tidak dibawa ke rumah sakit. Namun saat anak tersebut tidak bisa duduk tegak di sofa dan terus jatuh ke sisi kirinya, Rebecca mulai khawatir.

Bersama suaminya, Rebecca memutuskan untuk mengajak Olivia bermain, tapi balita yang kidal tersebut tidak bisa menangkap anak panah dengan tangan kirinya. Sang ibu bertanya-tanya apakah gejala ini berkaitan dengan celebral palsy yang diidap Olivia ketika bayi.

"'Bisakah kamu meraih tangan Ibu?' Dia tidak bisa melakukannya," katanya.

Rebecca kemudian menghubungi rekan bisnisnya yang memiliki spesialisasi cedera otak. Olivia disarankan untuk segera dibawa ke ruang gawat darurat di Rumah Sakit St John di Livingston.

Saat menemui dokter, ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada Olivia. Ia mulai berbicara terbata-bata dan salah satu sisi wajahnya mulai terkulai. Olivia langsung dibawa ke Rumah Sakit Anak Royal Edinburgh untuk mendapatkan perawatan khusus.

Setelah menjalani CT scan, MRI scan, hingga tes darah, dokter memastikan bahwa Olivia mengidap stroke. Tenaga medis menemukan peradangan di salah satu arteri utama yang memasok darah ke lehernya, yang spesialis dipicu oleh cacar air yang diidapnya pada Desember 2024. Setelah pemeriksaan yang dilakukan, ia tidak lagi bisa menggerakkan sisi kiri tubuhnya

"Wajahnya sangat lesu. Itu sangat menyayat hati. Dia tidak bisa makan atau berbicara," katanya. "Hal yang paling memilukan bagi saya adalah melihatnya. Dia sama sekali tidak terlihat seperti Olivia."

Para dokter melakukan investigasi ekestensif sebelum mengidentifikasi peradangan di salah satu arteri otak utama Olivia. Mereka meyakinkan keluarga Olivia bahwa stroke tersebut tidak terkait dengan celebral palsy yang dialami Olivia, meski kondisi yang sudah ada sebelumnya membuat rehabilitasi menjadi lebih sulit. Anak ini lahir sembilan minggu lebih awal dari waktu perkiraan dan kemudian didiagnosa mengidap cerebral palsy ringan, setelah kerusakan otak terdeteksi ketika dia masih bayi.

"Saya tidak menyangka anak semuda empat tahun bisa terkena stroke," kata Rebecca.

Kondisinya mulai membaik setelah memulai pengobatan antibiotik. Dia dirawat di rumah sakit selama delapan minggu dari tanggal 29 Juni-11 Agustus 2025.

Beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit, Olivia mulai sekolah. Kini di usia 5 tahun, Olivia bisa berjalan sendiri di rumah dan menggunakan alat bantu jalan di sekolah.

"Karena dia sudah terbiasa dengan fisioterapi dan kunjungan ke rumah sakit, proses pemulihannya berjalan sangat alami," katanya.

"Dia tidak pernah mengeluh. Dia hanya menjalaninya. Dia anak yang tangguh. Dia anak yang sangat ceria," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.