FEATURE: Gedung Sekolah di TTS Berharap Dilakukan Revitalisasi, SDN Bes'ao Sudah Reot dan Atap Bocor
OMDSMY Novemy Leo August 11, 2026 10:19 AM

 

POS-KUPANG.COM, SOE - “Saat hujan tiba, anak-anak terpaksa tidak belajar karena kondisi atap yang bocor karena sudah berkarat dan tidak mampu ditambali lagi dengan lem.  Tak hanya itu, toilet sekolah ini juga sangat memprihatinkan.”

KETERBATASAN akses pendidikan yang memiluhkan masih nampak di Desa Oobibi, Kecamatan Kot'olin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). SD Negeri Bes'ao perkenalkan ilmu pengetahuan dalam kondisi serba darurat. 

Ruangan berukuran 2 x 3 meter, berdinding bambu yang dicacah,  merupakan kondisi ruangan yang dipakai belajar siswa-siswi kelas 1 - 5 di SD Negeri Bes'ao, Desa Oobibi. 

Sekolah ini dibangun dengan swadaya oleh masyarakat setempat pada tahun 2010. Di mana masyarakat sadar akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka. Swadaya diberikan mulai dari mengumpulkan bambu, alang-alang dan tiang, hingga akhirnya sekolah itu berdiri dalam kondisi darurat. 

Seiring waktu berjalan, kondisi tiang yang termakan usia kemudian diganti dengan tiang yang baru beberapa kali, terakhir diganti pada tahun 2020. Seng sumbangan yang digunakan sejak 2011 tetap digunakan meski penuh tambalan lem dan karatan. 

Kondisi tambalan seng itu hanya menyelamatkan proses belajar di musim kemarau. Saat hujan tiba, anak-anak terpaksa tidak belajar karena kondisi atap yang bocor karena sudah berkarat dan tidak mampu ditambali lagi dengan lem. 

Tak hanya itu, toilet sekolah ini juga sangat memprihatinkan. Persis berada di sebelah kiri gedung sekolah, fasilitas penting itu masih berdinding seng dan dalam kondisi tanpa atap. Selain itu saat musim hujan, kondisi sekolah yang menjadi sangat berlumpur, memaksa guru-guru untuk memarkirkan kendaraan mereka sejauh 50 meter, kemudian berjalan kaki agar bisa menjangkau sekolah. 

"Memang pembangunan sekolah itu semata-mata swadaya dari masyarakat. Itu kerjanya tahun ini diawal bangun pada (19/7/2010) dengan kondisi darurat dengan alang-alang," jelas Kepala SDN Bes'ao, Alexander Liufeto, S.Pd ketika dihubungi pada Minggu (9/8). 

Alexander melanjutkan, pada tahun 2011 pihak sekolah dibantu masyarakat untuk perbaikan. Bantuan yang diberikan berupa kayu sebagai tiang, juga seng sumbangan untuk atap. 

"Jadi tiap tahun tiang itu cepat rusak. Jadi gedungnya miring. Tahun 2020 itu kami ganti tiang dan dinding, tetapi sengnya tetap sama, karena kalau beli seng juga hanya diizinkan 10 lembar, kami siasati dengan lem saja" jelasnya. 

Ruang kelas di sekolah ini sejatinya lengkap kelas 1 - 6. Selain itu terdapat  kantor dan toilet. Lima ruang belajar tersebut masih darurat sedangkan dua gedung sudah permanen sejak 2025 berkat bantuan DAU di tahun tersebut. 

"Untuk ruang belajar dari kelas satu sampai enam. Tapi ukurannya 2 x 3 per ruang kelas. Hanya memang ini kondisi sekolahnya darurat dengan lantai masih tanah, tidak pakai campuran. Kalau hujan juga memang kami beli lem untuk lem seng karena kalau tidak lem, maka ruang tidak bisa belajar. Jadi kami terpaksa beli lem. Guru-guru yang naik kea tap untuk lem," ungkapnya. 

Dana BOS untuk SDN Bes'ao sendiri per semester berjumlah Rp 25.000.000 dengan jumlah siswa 68 orang. Jumlah ini tentu mempengaruhi besaran dana bantuan operasional yang dikucurkan, dan sangat tidak mampu memperbaiki kondisi yang ada. 

"Baru-baru saya dipanggil Kadis Dikbud untuk membuat permohonan revitalisasi. Tahun ini puji Tuhan, kami akan dapat revitalisasi. Kalau 2025, ini kami dapat DAU, jadi dua ruang kami sudah amankan," jelasnya. 

Ia berharap bantuan yang diusulkan dapat dijawab dan diprioritaskan agar gedung darurat tersebut dapat diperbaiki menjadi ruang belajar yang lebih layak pakai seperti sekolah lain. 

"Kami dari sekolah, dewan guru, dan saya sebagai kepala sekolah, mengharapkan usulan kami untuk revitalisasi ini, pemerintah perhatikan. Menurut rencana, kami dapat rombel empat dengan ruang kantor, ruang guru, WC untuk kami bisa belajar dengan aman seperti sekolah lain," harapnya. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Apris A. Manafe membenarkan kondisi sekolah SDN Bes'ao. Pihaknya juga telah memfasilitasi usulan revitalisasi tersebut.  "Untuk SD Bes'ao sudah kita masukkan dalam usulan revitalisasi susulan jadi kita tunggu sikap direktorat SD," ungkap Apris ketika dihubungi pada Minggu (9/8).  (any) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.