TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Anak-anak sekolah di Pulau Kalukalukuang, Kabupaten Kepulauan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan berharap bisa menikmati makan bergizi gratis.
Hal itu disampaikan anak-anak Pulau Kalukalukuang dalam sebuah video yang viral di media sosial Senin (10/8/2026).
Dalam video itu anak-anak itu menyebut nama Presiden Prabowo Subianto.
Pulau Kalukalukuang adalah sebuah pulau terluar yang berada di Kecamatan Liukang Kalmas. Pulau ini masuk Masuk dalam kategori daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Jaraknya 208 hingga 209 kilometer atau (130 mil laut) ke arah barat dari Ibukota Pangkep.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tamsil Linrung, prihatin melihat kondisi anak-anak di Pulau Kalukulukuang Pangkep itu.
Tamsil menyayangkan kenyataan bahwa meskipun program strategis nasional tersebut telah berjalan selama lebih dari satu tahun, para pelajar di pulau terpencil itu belum juga tersentuh manfaat dari program prioritas pemerintah tersebut.
Di sisi lain, berdasarkan laporan yang diterima, Yayasan Formasita selaku lembaga mitra menyatakan bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mereka bangun sejak akhir 2025 telah rampung 100 persen dan siap beroperasi.
Pihak yayasan berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat segera menunjuk Kepala SPPG agar pelayanan bagi sekitar 1.300 penerima manfaat—yang terdiri atas siswa dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita)—dapat segera dimulai.
"Program Makan Bergizi Gratis seharusnya tidak hanya berfokus di perkotaan atau daratan utama, melainkan merata hingga ke pulau-pulau terluar, terpencil, dan tertinggal (3T)," kata Tamsil Linrung kepada wartawan Selasa (11/8/2026).
Sebagai pimpinan DPD RI, ia mendesak BGN serta pihak terkait segera merespons jeritan hati anak-anak di Pulau Kalukulukuang.
Mengingat kesiapan teknis di tingkat lokal sudah matang, Tamsil berharap realisasi program ini dapat segera dieksekusi dalam waktu dekat.
"Presiden Prabowo selalu menekankan pentingnya gizi anak-anak bangsa demi menyongsong Generasi Emas 2045. Jangan sampai anak-anak di wilayah kepulauan terpencil tertinggal. Segera manfaatkan dapur yang sudah siap itu demi masa depan mereka," kata senator asal Pangkep itu.