PROHABA.CO, BANDA ACEH - Kasus penipuan lowongan kerja (loker) luar negeri kembali memakan korban warga asal Aceh.
Sukardi (33), warga Gampong Baroeh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, berhasil keluar dari cengkeraman jaringan scammer di Kamboja setelah delapan bulan terjebak di negara berjuluk Angkor Wat tersebut.
Kepulangan Sukardi ke Tanah Air akhirnya terwujud berkat bantuan penuh dari Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, pada Senin (10/8/2026).
Nasib naas Sukardi bermula pada Desember lalu.
Kala itu, ia tergiur dengan iming-iming pekerjaan sebagai tukang pangkas rambut di Selangor, Malaysia, oleh seseorang yang menghubunginya.
Bertolak dari Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara, Sukardi menyangka dirinya benar-benar akan diterbangkan menuju Negeri Jiran.
Namun, di tengah perjalanan, ia diarahkan untuk memindahkan rute penerbangan dengan dalih transit.
Bukannya mendarat di Malaysia, Sukardi justru terkejut saat menyadari pesawat yang ditumpanginya mendarat di Phnom Penh, Kamboja.
Baca juga: Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Warga Lhokseumawe Korban TPPO di Kamboja
Setibanya di Kamboja, janji manis pekerjaan tukang pangkas berubah menjadi penderitaan.
Sukardi justru dipekerjakan dalam jaringan penipuan daring (scamming).
Selama empat bulan berada di sana, ia dipaksa bekerja tanpa pernah menerima upah sepeser pun.
Tidak tahan dengan perlakuan tersebut, Sukardi memutuskan nekat melarikan diri dari tempatnya bekerja.
Ia mencari perlindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.
Sejak Mei lalu, Sukardi resmi diamankan dan tinggal di tempat penampungan sementara milik KBRI Phnom Penh sembari menunggu kejelasan nasibnya.
Informasi mengenai kondisi Sukardi akhirnya sampai ke telinga Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, setelah pihak keluarga korban memberanikan diri meminta bantuan pemulangan.
Menanggapi aduan tersebut, Azhari segera berkoordinasi dengan pihak kedutaan untuk memastikan keberadaan warga Langsa itu.
"Karena takut dengan penipuan, saya menghubungi KBRI di Kamboja, Pak Dadang, untuk memastikan apakah ada warga Langsa Aceh yang bernama Sukardi yang lagi ditampung di penampungan KBRI?
Setelah Pak Dadang cek ternyata ada," ungkap Azhari Cage.
Baca juga: 1.440 WNI Meminta Bantuan KBRI Seusai Terbebas dari Pusat Scam Kamboja
Setelah data terverifikasi, Azhari langsung meminta pihak KBRI mengurus seluruh berkas administrasi kepulangan Sukardi.
Tak hanya itu, Azhari juga menanggung dan mentransfer seluruh biaya tiket pesawat serta biaya logistik terkait.
Pada Senin (10/8/2026), Sukardi akhirnya diterbangkan dari Phnom Penh menuju Jakarta menggunakan maskapai AirAsia dengan nomor penerbangan QZ-475.
Setibanya di Jakarta, ia dijemput dan diarahkan untuk menginap sementara di Kantor Perwakilan Aceh di Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Aceh menggunakan bus pada Selasa (11/8/2026).
Seluruh ongkos perjalanan dari Jakarta hingga tiba di Aceh kembali ditanggung penuh oleh Azhari Cage.
Belajar dari musibah yang menimpa Sukardi, Azhari Cage mengingatkan seluruh masyarakat Aceh agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan luar negeri yang tersebar di media sosial maupun aplikasi pesan singkat.
“Saya ingin mengingatkan masyarakat Aceh agar berhati-hati bila ada WA atau Facebook yang menjanjikan pekerjaan, agar tidak menjadi korban seperti saudara Sukardi,” imbau Azhari.
(Serambinews.com/Rianza Alfandi)
Baca juga: Haji Uma dan Warga Aceh di Malaysia Bantu Pulangkan Pekerja Migran Aceh Timur Yang Sakit Paru-Paru
Baca juga: Kemenekraf Gandeng Folago Academy, Cetak dan Perkuat Kapasitas Konten Kreator Aceh