TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Nama Lucky Sugeha menjadi salah satu sosok yang ikut menjadi perhatian setelah tragedi drag race maut di Kelurahan Upai, Kotamobagu, Sulawesi Utara.
Lucky merupakan ketua panitia penyelenggara drag race yang berujung maut setelah sebuah mobil peserta keluar lintasan dan menghantam sejumlah penonton.
Pasca-insiden yang menewaskan sejumlah warga tersebut, Lucky menjalani pemeriksaan di Polres Kotamobagu.
Ia tiba di Mapolres Kotamobagu pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 17.56 WITA.
Baca juga: Keluarga Korban Tragedi Drag Race di Upai Kotamobagu Sebut Telah Menerima Bantuan dari Panitia
Pemeriksaan terhadap Lucky kemudian berlangsung hingga Selasa (11/8/2026) dini hari, sekitar pukul 01.58 WITA.
Selama kurang lebih delapan jam menjalani pemeriksaan, Lucky terlihat beberapa kali keluar dari ruang pemeriksaan.
Dari pantauan Tribun Manado, setidaknya empat kali Lucky meminta izin selama proses pemeriksaan berlangsung.
Namun, pemeriksaan tersebut ternyata bukan hanya menyasar Lucky.
Hingga sekitar pukul 02.33 WITA, tercatat kurang lebih 12 orang menjalani pemeriksaan di Polres Kotamobagu.
Mereka berasal dari berbagai pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan, mulai dari panitia hingga pengawas.
Usai menjalani pemeriksaan, Lucky keluar dari ruang penyidik dan langsung ditanya awak media terkait materi pemeriksaan.
Namun, pensiunan ASN asal Kotamobagu tersebut memilih tidak banyak memberikan keterangan.
"Nanti tanya ke penyidik saja yah," ujarnya sembari menuruni tangga.
Lucky kemudian tetap menunjukkan sikap tenang.
Ia bahkan tampak tersenyum dan melambaikan tangan kepada awak media yang menunggunya.
"Saya serahkan semuanya ke penyidik saja," katanya lagi sembari tersenyum.
Sikap tersebut menjadi salah satu momen yang terlihat setelah Lucky menjalani pemeriksaan panjang hingga dini hari.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
"Belum. Belum ada tersangka," ujar Waafi.
Ia menjelaskan, polisi masih akan menyelesaikan rangkaian pemeriksaan sebelum melakukan gelar perkara.
"Setelah pemeriksaan kita akan gelar perkara dulu baru nanti ada penetapan tersangka," katanya.
Menurut Waafi, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap panitia.
Pengurus IMI Sulut juga turut diperiksa untuk mendalami seluruh aspek penyelenggaraan drag race tersebut.
"Semua kita periksa secara bergantian," tegasnya.
Polisi kini masih mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui pelaksanaan kegiatan maupun peristiwa kecelakaan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Polda Sulut dan Polres Kotamobagu dijadwalkan menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan kasus tersebut pada Selasa (11/8/2026).
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti materi yang akan disampaikan kepolisian dalam konferensi pers tersebut.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini