Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Beginilah lokasi kejadian perahu wisata mengalami kecelakaan laut saat dihantam ombak tinggi di Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Akibatnya, perahu yang ditumpangi tujuh nelayan termasuk berprofesi sebagai tekong terbalik.
Dari tujuh nelayan, enam orang dinyatakan selamat setelah berenang ke bibir pantai dan satu lagi masih dalam pencarian.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan pos 3 Pantai Barat Pangandaran.
Pantauan di lokasi pada Selasa (11/8/2026) pagi, kondisi gelombang di sepanjang Pantai Barat Pangandaran masih terlihat tinggi dan cukup kuat.
Meski angin tidak terlalu kencang, arus laut tampak deras dan sejumlah pusaran air muncul di sepanjang garis pantai.
Baca juga: BREAKING NEWS: Tujuh Nelayan di Pangandaran Alami Kecelakaan Laut, Satu Hilang
Tentu, kondisi tersebut membuat aktivitas pelayaran, khususnya perahu nelayan dan wisata, menjadi berisiko.
Di tengah kondisi laut yang masih kurang bersahabat, sejumlah wisatawan juga terlihat beraktivitas di sekitar kawasan Pantai Barat Pangandaran.
Ketua Paguyuban Perahu Wisata Kabupaten Pangandaran, Miswan, mengatakan arus laut saat ini memang masih cukup deras. Menurutnya, kondisi gelombang pada hari sebelumnya bahkan lebih besar.
"Sekarang arus sedang deras, tapi kemarin lebih besar. Ketinggian ombak bisa sampai sekitar tiga meteran," ujar Miswan kepada sejumlah wartawan di pos 3 Pantai Barat Pangandaran, Selasa pagi.
Sementara itu, Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, menyebut kondisi gelombang laut di Pangandaran pada Senin hingga Selasa (10-11/8/2026) cukup tinggi dan kuat.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat aktivitas pelayaran nelayan harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi karena gelombang dan arus laut dapat berubah serta membahayakan perahu.
"Air laut juga terlihat sangat kencang. Hampir sepanjang pantai, semua pusaran airnya itu muncul," kata Sakio. *