TRIBUNBENGKULU.COM - Riza Herdavid dikenal sebagai Bupati Bangka Selatan yang kerap mencuri perhatian di TikTok lewat tingkahnya yang kocak dan gaya komunikasinya yang santai dengan warganet.
Di balik popularitasnya di media sosial, Riza tercatat memiliki harta kekayaan mencapai Rp6 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Harta kekayaan Riza Herdavid yang terakhir dilaporkan pada 13 Maret 2025 itu mencapai Rp6.005.246.219.
Sebagian besar hartanya berupa tanah dan bangunan dengan nilai Rp5 miliar.
Menariknya, Riza tidak hanya dikenal karena jabatannya sebagai kepala daerah. Akun TikTok terverifikasinya, @riza_herdavid, telah memiliki sekitar 839,7 ribu pengikut dengan total 31,1 juta likes.
Dari sejumlah video yang terlihat di halaman akunnya, beberapa konten Riza berhasil memperoleh ratusan ribu hingga jutaan tayangan.
Salah satu video yang dipasang sebagai konten tersemat atau pinned bahkan telah ditonton sekitar 18,5 juta kali.
Dua video lain yang juga dipasang di bagian pinned masing-masing mencatat sekitar 685,6 ribu dan 989 ribu tayangan.
Konten Riza tidak selalu menampilkan aktivitasnya sebagai kepala daerah dalam suasana formal.
Sejumlah video justru memperlihatkan aktivitas sederhana dan situasi sehari-hari yang dikemas dengan gaya ringan.
Salah satunya memperlihatkan Riza mengenakan seragam dinas bupati sambil berjongkok mengikat tali sepatu.
Video tersebut menggunakan suara asli Riza dengan keterangan "Ketika mata berkuna kunang".
Konten itu memperoleh sekitar 1 juta likes, 37,4 ribu komentar, dan 31,9 ribu simpanan.
Respons warganet di kolom komentar juga menjadi bagian dari konten tersebut.
Riza beberapa kali membalas komentar warganet dengan jawaban bernada santai dan bercanda.
Dalam salah satu komentar, seorang pengguna menulis, "lucu bgt, jangan ke tangkep dlu".
Riza kemudian membalas, "Tolong lah ini. Doi bisa selalu amanah ya kakak ????".
Ketika seorang pengguna lain menulis, "Aku suka bapak ini ????", Riza menjawab, "Saya sudah menikah mbak. Maaf".
Pola serupa terlihat pada konten lain yang diunggah Riza.
Salah satu videonya diberi keterangan "Semenjak Ada QR, Gak Pernah Lagi Ketemu Duit di Jalan".
Dalam video tersebut, Riza terlihat berjalan santai mengenakan pakaian kasual.
Video itu memperoleh sekitar 37,8 ribu likes, 1.545 komentar, dan 891 simpanan.
Kolom komentarnya juga diisi percakapan antara Riza dan warganet.
Ketika seorang pengguna menulis, "wah.. coba lihat di tembok, kadang suka ada brankas tersembunyi", Riza membalas, "Komen nya kok ke arah pinggir jurang".
Pada video lain bertanggal 2 Agustus, Riza mengunggah konten dengan tulisan "Panas nya".
Dalam video tersebut, Riza terlihat berjalan mengenakan seragam dinas bupati.
Konten itu mencatat sekitar 104,9 ribu likes, 4.154 komentar, dan 2.249 simpanan.
Seorang warganet kemudian berkomentar, "pak, itu tulisan di seragam dinasnya BUPATI, bapak Bupati ya?".
Riza menjawab dengan singkat, "Bukan bang. Naruto".
Aktivitas Riza di TikTok tersebut membuat akun pribadinya memiliki basis pengikut yang cukup besar.
Dari konten-konten yang terlihat, Riza memadukan aktivitas sebagai kepala daerah dengan video bernuansa ringan serta interaksi langsung bersama warganet di kolom komentar.
Beberapa kontennya kemudian memperoleh respons dalam jumlah besar, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan likes dan tayangan.
TikTok Jadi Media Kerja
Aktif membuat konten di TikTok, Riza Herdavid mengatakan media sosial bukan sekadar tempat untuk membuat konten hiburan. Bagi dia, TikTok merupakan salah satu media untuk menjalankan pekerjaannya sebagai kepala daerah.
Hal itu disampaikan Riza saat berbincang dalam program Nusa Raya Kompas.com 9 Mei 2025 bersama host Servina Viviene.
"Sebenarnya itu media saya buat bekerja," kata Riza.
Menurut Riza, media sosial menjadi salah satu cara baginya untuk bekerja dengan baik sekaligus melakukan kontrol terhadap pelayanan pemerintahan.
"Kalau masyarakat Bangka Selatan itu pasti tahu persis, salah satu media saya untuk bekerja dengan baik dan dengan kontrol, ya lewat media sosial," ujarnya.
Riza menilai media sosial sangat efektif untuk menjangkau masyarakat Bangka Selatan.
"Sangat-sangat efektif," katanya.
Salah satu aktivitas yang dilakukannya adalah membaca dan membalas komentar warganet. Menurut Riza, komentar masyarakat, terutama yang berisi keluhan, menjadi hal yang dia cari.
Ketika ditanya mengenai ide konten lucu yang diunggahnya, Riza menyebut menggunakan prinsip "ATM", yakni amati, tiru, dan modifikasi.
"Karena kita mungkin untuk mikirin konten itu kan enggak punya waktu, karena sesungguhnya fokusnya kan ke komentar keluhan," ujarnya.
Riza mengatakan, dari komentar dan keluhan masyarakat tersebut, dia dapat menjalankan kewajibannya sebagai kepala daerah.
"Makanya dengan komentar keluhan itu, saya bisa melaksanakan apa yang menjadi kewajiban saya selaku kepala daerah," katanya.
Riza juga menegaskan bahwa aktivitas di akun TikTok tersebut dilakukannya sendiri. Dia mengatakan tidak menggunakan admin untuk mengunggah maupun membalas komentar.
"Jadi saya sendiri. Tapi ada tim yang bantu. Namun, soal kirim videonya, saya yang upload. Saya enggak punya admin, saya balas sendiri," ujarnya.
Menurut Riza, konten-konten lucu yang ditampilkan di akun TikTok-nya lebih merupakan kemasan.
"Kalau soal fiturnya lucu-lucuan, itu sih kemasan saja sebetulnya," katanya.
Sementara itu, komentar yang menjadi perhatiannya adalah komentar yang berisi keluhan, aduan, saran, maupun hal-hal terkait pelayanan masyarakat.
"Tetapi yang saya cari itu komentar keluhan, komentar aduan, komentar saran, komentar yang menyehatkan, itu yang saya cari duluan. Dan biasanya yang saya balas duluan itu komentar-komentar yang sifatnya keluhan," ujar Riza.
Riza juga menjelaskan alasan dirinya terkadang tidak membalas komentar warganet. Menurut dia, TikTok memiliki batas harian dalam membalas komentar.
"Karena di TikTok itu, izin, ada limit harian untuk membalas komentar. Kalau saya sudah enggak balas komentar, berarti saya sudah kena limit harian. Harus menunggu 1 x 24 jam berikutnya," katanya.
Media Sosial untuk Pengaduan Masyarakat
Riza mengatakan media sosial juga membuat masyarakat Bangka Selatan dapat langsung menyampaikan keluhan terkait pelayanan pemerintahan kepadanya.
"Saya bekerjanya juga, salah satu media kerja saya itu ya di media sosial. Karena bisa menjangkau," kata Riza.
Dia bahkan menyebut masyarakat Bangka Selatan memiliki akses langsung untuk menyampaikan persoalan kepadanya.
"Mohon maaf, hari ini semua orang Bangka Selatan itu punya orang dalam," ujarnya.
"Kenapa saya bilang begitu? Siapa pun yang mengadu terkait pelayanan pemerintahan, siapa pun itu, bisa langsung ke saya. Tidak ada batas, tidak ada jarak, tidak ada pilih kasih, tidak pandang bulu," lanjutnya.
Menurut Riza, berbagai aduan tersebut membuat pemerintah daerah harus memberikan respons dengan cepat. Namun, dia menyebut tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
"Nah, aduan-aduan inilah yang membuat kami harus ngegas cepat," katanya.
Riza membagi aduan masyarakat menjadi persoalan yang dapat ditangani dengan cepat dan persoalan yang membutuhkan proses lebih panjang.
"Yang sifatnya keluhan dan aduan ini kan ada dua. Ada yang bisa pemerintah lakukan secara cepat, ada yang harus berproses panjang," ujarnya.
Dia mencontohkan persoalan pohon yang mengganggu, tumpukan sampah, serta bantuan ringan terkait UMKM atau pendidikan sebagai persoalan yang dapat direspons lebih cepat.
"Terkait misalnya ada pohon yang sudah mengganggu atau ada sampah yang menumpuk, itu bisa ngegas-ngegas respons. Atau bantuan-bantuan ringan, terkait bantuan UMKM atau pendidikan, itu bisa ngegas respons," kata Riza.
Sementara itu, persoalan infrastruktur seperti jalan membutuhkan proses yang lebih panjang.
"Tapi ada yang harus berproses panjang, misalnya infrastruktur, jalan," ujarnya.
Karena itu, Riza mengatakan dirinya terkadang lebih dahulu menyampaikan persoalan tersebut melalui media sosial sebelum masyarakat memviralkannya.
"Jadi sebelum masyarakat saya memviralkan jalan itu, saya viralkan saja dulu," katanya.
Menurut Riza, masyarakat juga perlu mendapatkan pemahaman bahwa tidak semua keluhan dapat langsung diselesaikan pemerintah.
"Jadi karena dia berproses, masyarakat juga harus kita kasih pengertian dan pemahaman bahwa terkait keluhan dan aduan itu tidak semua bisa langsung kita lakukan dan kita kerjakan," ujarnya.
"Karena masih manusia biasa," lanjut Riza.
Dia kemudian melontarkan candaan terkait persoalan tersebut.
"Kalau mau langsung jadi ke depan, jangan suruh manusia nyalon pilkada, suruh jin," katanya.
Catatan: Bagian transkrip setelah kalimat tersebut yang berbunyi "Kalau jalan rusak, kasih..." tidak saya masukkan karena dalam bahan wawancara dinyatakan tidak jelas. Begitu pula bagian akhir mengenai pembangunan yang "masih menjadi kewenangan tertentu" tidak saya gunakan karena Anda sendiri menandainya perlu dicek ulang.
Konten Ringan dan Kemampuan Bermusik
Di luar konten mengenai pelayanan masyarakat, Riza juga mengunggah konten ringan yang memperlihatkan sisi lain dirinya.
Dalam wawancara, Riza sempat ditanya mengenai permintaan warganet agar dirinya menyanyikan lagu sambil memainkan organ tunggal.
"Kebetulan dulu sebelum jadi bupati, saya pemain organ banget," kata Riza.
Ketika pewawancara mengira pernyataan tersebut serius, Riza kemudian mengatakan dirinya memang bisa memainkan organ.
"Iya, karena kan memang bisa main," ujarnya.
"Jago," kata Riza.
Prinsip Hidup Riza Herdavid
Dalam wawancara tersebut, Riza juga menjelaskan makna tagline yang digunakannya, yakni "Asakawa Kita Paca".
"Jadi, hidup saya itu dari nol," kata Riza.
Dia kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang kuat.
"Jadi, karena saya tidak ketolong bin yang hebat, saya memulai semua langkah kaki saya itu dari kawa," ujarnya.
Menurut Riza, "kawa" menggambarkan kemauan besar.
"Jadi, 'Asakawa Kita Paca', kalau kita mau, pasti bisa," katanya.
Dia menyebut ungkapan tersebut merupakan bahasa Bangka Belitung, khususnya Bangka Selatan.
"Kalau di Indonesia, kan. Ini bahasa Bangka Belitung-nya, Bangka Selatan-nya, 'Asakawa Kita Paca'," ujar Riza.
Menurut dia, kemauan kuat menjadi salah satu hal yang membawanya sampai ke titik saat ini.
"Jadi, kemauan kuat saya itu yang membuat saya ke titik ini," katanya.
Riza mengatakan dirinya memulai karier politik dari nol dan pengalaman tersebut membuatnya memahami kesulitan masyarakat.
"Jadi, apa pun yang kita mau, kalau kita memang mau, siapa pun ada dan apa pun latar belakang Anda, pasti bisa," ujarnya.
"Karena saya dari anak tukang kue, mungkin nyatat sejarah di Bangka Selatan, 3 periode, dari wakil. Dan saya memulai karier politik memang betul-betul dari nol," lanjutnya.
"Makanya saya tahu tangisan masyarakat, saya tahu. Rasa sedih rakyat, saya tahu," kata Riza.
Menurut dia, pengalaman tersebut kemudian memengaruhi prioritasnya sebagai kepala daerah.
"Jadi, bagaimana begitu masuk masa penganggaran, yang saya anggarkan adalah kebutuhan dasar rakyat Bangka Selatan dulu. Titik," ujarnya.
"Karena saya ngalamin. Kesulitan hidup itu saya ngalamin. Makanya, begitu saya masuk masa penganggaran, yang saya gas dulu itu soal kebutuhan dasar masyarakat," kata Riza.
Riza Herdavid Lawan Kotak Kosong
Riza Herdavid (lahir 10 September 1983) merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) yang menjabat sebagai Bupati Bangka Selatan periode 2021–2025 dan 2025–2030.
Riza kembali terpilih sebagai Bupati Bangka Selatan untuk periode kedua setelah memenangkan Pilkada 2024 melawan kotak kosong.
Pada pilkada tersebut, Riza kembali maju berpasangan dengan wakilnya, Debby Vita Dewi.
Pasangan ini meraih 64.795 suara atau 84,2 persen dari total suara sah, sedangkan kotak kosong memperoleh 12.134 suara.
Dengan selisih 52.661 suara atau 81,27 persen, pasangan Riza-Debby dipastikan melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua.
Riza dan Debby kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Sebelum menjabat sebagai bupati, Riza merupakan Wakil Bupati Bangka Selatan periode 2016–2021, mendampingi Jamro.
Riza terbilang populer di kalangan masyarakat, salah satunya karena aktif di media sosial, khususnya TikTok.
Melalui platform tersebut, sejumlah keluhan masyarakat direspons dengan cepat.
Pendidikan dan Organisasi
Riza menempuh pendidikan di SD Negeri 6 Sungai Liat pada 1989–1995, kemudian SMP Negeri 1 Sungai Liat pada 1995–1998 dan SMU Setia Budi Sungai Liаt pada 1998–2001.
Ia memperoleh gelar sarjana (S-1) dari Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 2008 dan melanjutkan studi magister (S-2) di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada 2017–2019.
Dalam bidang organisasi, Riza pernah menjabat Ketua OSIS SMU Setia Budi Sungai Liat pada 2000–2001.
Ia kemudian menjabat Ketua Kwarcab Pramuka Bangka Selatan periode 2016–2021, Ketua PAC PDI Perjuangan Toboali periode 2020–2025, serta Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka Selatan sejak 2025 hingga sekarang.
Pendidikan
Organisasi
Karier
Sebelum berkecimpung di dunia politik, Riza pernah bekerja sebagai Staf Infrastruktur Telkom Indonesia pada 2006–2009.
Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Bupati Bangka Selatan periode 2016–2021, sebelum terpilih sebagai Bupati Bangka Selatan untuk periode 2021–2025 dan kembali terpilih untuk periode 2025–2030.
Selama menjabat sebagai kepala daerah, Riza juga menerima sejumlah penghargaan, antara lain Pasar Tertib Ukur dari Kementerian Perdagangan pada 2022, penghargaan predikat baik dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada 2022, serta penghargaan kinerja tercepat dalam penyaluran dana desa pada 2023.
Karier
Penghargaan
Harta Kekayaan Riza Herdavid
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Riza Herdavid tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp6.005.246.219 atau sekitar Rp6 miliar.
LHKPN tersebut terakhir dilaporkan pada 13 Maret 2025.
Harta terbanyak Riza berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp5.000.000.000 atau Rp5 miliar.
Sumber harta terbanyak kedua berasal dari kas dan setara kas sebesar Rp838.246.219 atau sekitar Rp838 juta.
Riza tercatat memiliki satu kendaraan, yakni motor Vespa GTS Super tahun 2022 senilai Rp95 juta.
Meski demikian, Riza Herdavid tercatat tidak memiliki utang.
Berikut daftar lengkap rincian harta kekayaan Riza Herdavid.
Data Harta
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp5.000.000.000
• Tanah dan Bangunan Seluas 419 m2/360 m2 di KAB / KOTA BANGKA SELATAN, HIBAH TANPA AKTA Rp1.000.000.000
• Tanah dan Bangunan Seluas 94 m2/104 m2 di KAB / KOTA BANGKA SELATAN, WARISAN Rp600.000.000
• Tanah dan Bangunan Seluas 500 m2/430 m2 di KAB / KOTA BANGKA TENGAH, HASIL SENDIRI Rp2.600.000.000
• Tanah dan Bangunan Seluas 105 m2/45 m2 di KAB / KOTA KOTA PANGKALPINANG, HASIL SENDIRI Rp800.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp95.000.000
• MOTOR, VESPA GTS SUPER Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp95.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp72.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp838.246.219
F. HARTA LAINNYA Rp----
Sub Total Rp6.005.246.219
III. HUTANG Rp----
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp6.005.246.219
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini