Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang, Siagakan Ambulans dan Jalur Rujukan ke RSUD
Titis Jati Permata August 11, 2026 11:32 AM

 

SURYA.co.id, JOMBANG - Ribuan peserta yang akan mengikuti Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, tak perlu khawatir jika mengalami gangguan kesehatan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Panitia lokal telah menyiapkan sistem pelayanan medis berlapis, mulai dari posko kesehatan yang beroperasi 24 jam, tenaga medis di lokasi penginapan peserta, hingga ambulans yang disiagakan di sejumlah titik persidangan.

Layanan tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026.

Tiga Posko Kesehatan Siaga 24 Jam

Wakil Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU Bidang Kesehatan, KH Muhyiddin Zainul Arifin, mengatakan terdapat tiga posko kesehatan utama yang akan menjadi titik pelayanan bagi peserta.

Ketiga posko tersebut berada di Universitas KH Wahab Chasbullah (Unwaha), MTsN 3 Tambakberas Jombang, dan MAN 3 Tambakberas Jombang.

Baca juga: Gus Ipul : Daftar Peserta Sementara Muktamar ke-35 NU Sudah Lebih dari 95 Persen

Petugas medis akan berjaga secara bergiliran selama 24 jam. Setiap shift setidaknya diperkuat seorang dokter, perawat, serta pengemudi ambulans.

"Setiap tim sudah dilengkapi minimal satu dokter dan tenaga kesehatan pendukung lainnya," ujar Muhyiddin kepada Tribunjatim.com, Selasa (11/8/2026).

Keluhan Kesehatan Bisa Langsung Ditangani

Layanan medis juga tidak hanya terpusat di tiga posko utama.

Panitia menempatkan tenaga kesehatan di 10 tower yang digunakan sebagai lokasi istirahat peserta Muktamar ke-35 NU.

Di setiap lokasi tersebut terdapat perawat, Banser Husada, serta tenaga akupresur. Peserta yang merasa kurang sehat dapat langsung mendatangi petugas untuk mendapatkan pemeriksaan.

Muhyiddin menegaskan peserta tidak perlu menggunakan voucher pijat apabila membutuhkan pemeriksaan kesehatan.

"Kalau merasa kurang sehat dan ingin diperiksa, tidak perlu menggunakan voucher. Bisa langsung datang dan mendapatkan pemeriksaan," jelasnya.

Disiapkan Jalur Rujukan ke Dua RSUD

Jika kondisi peserta membutuhkan penanganan lebih lanjut atau rawat inap, panitia telah menyiapkan sistem rujukan ke dua rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jombang.

Kedua rumah sakit tersebut yakni RSUD Kabupaten Jombang dan RSUD Ploso.

Koordinasi dengan manajemen kedua rumah sakit juga telah dilakukan agar peserta Muktamar ke-35 NU yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera mendapatkan pelayanan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Direktur RSUD Kabupaten Jombang dan Direktur RSUD Ploso. Jadi, peserta yang membutuhkan rujukan bisa langsung dibawa ke sana dengan pelayanan yang telah disiapkan khusus selama muktamar," ungkap Muhyiddin.

Peserta Diminta Pastikan BPJS Aktif

Panitia juga mengimbau seluruh peserta memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan mereka aktif sebelum berangkat mengikuti muktamar.

Peserta dari luar Jawa Timur maupun dari berbagai daerah di Indonesia tetap dapat memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk pelayanan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kalau memiliki BPJS Kesehatan, tidak ada masalah. Baik peserta dari Jawa Timur maupun dari luar Jawa Timur, semuanya bisa menggunakan sesuai ketentuan," kata Muhyiddin.

Sementara bagi peserta yang tidak memiliki BPJS Kesehatan, mekanisme pembiayaan akan disesuaikan berdasarkan asal peserta dan kebutuhan pelayanan.

Khusus peserta asal Kabupaten Jombang yang tidak memiliki BPJS, biaya pelayanan rujukan disebut telah mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jombang.

"Untuk peserta yang berasal dari Jombang, pembiayaannya sudah ditanggung oleh Pemkab Jombang," jelasnya.

Sedangkan peserta dari luar Jombang yang tidak memiliki BPJS akan dikoordinasikan lebih lanjut mengenai mekanisme pembiayaannya.

"Untuk peserta dari luar Jombang, secara teknis nanti akan dikoordinasikan dengan pasien dan daerah asalnya. Biayanya menjadi tanggungan masing-masing peserta," lanjut Muhyiddin.

Ambulans Disiagakan di Lokasi Persidangan

Kesiapan layanan kesehatan juga diperluas ke lokasi-lokasi yang menjadi pusat kegiatan Muktamar ke-35 NU.

Tim medis dan ambulans akan disiagakan selama berbagai agenda penting, mulai dari pembukaan, sidang pleno, hingga sidang komisi.

Tim tersebut terdiri atas pengemudi ambulans, perawat, dan personel Banser Husada yang siap memberikan pertolongan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dengan sistem tersebut, panitia berharap persoalan kesehatan tidak mengganggu jalannya rangkaian muktamar.

"Kami berharap semuanya sehat, sehingga muktamar bisa berlangsung dengan gembira dan membawa keberkahan bagi seluruh peserta," pungkas Muhyiddin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.