Kebocoran Gas Diduga Picu Kebakaran di Gondang Tulungagung, 7.000 Ayam Hangus
Titis Jati Permata August 11, 2026 11:32 AM

 

SURYA.co.id, TULUNGAGUNG - Api melalap sebuah kandang ayam berukuran lebih dari 100 meter di Dusun Patoman, Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026) dini hari.

Kobaran api membuat sekitar 7.000 ekor ayam yang berada di dalam kandang hangus terbakar.

Tak hanya ternak, pakan ayam, sepeda motor, hingga blower yang berada di sekitar kandang turut dilalap api.

Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Api Diduga Berawal dari Pemanas Ayam

Kepala Seksi Operasional dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.00 WIB.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

"Pada pukul 03.00 WIB kami menerima laporan kebakaran kandang ayam di Dusun Patoman, Desa Bendungan. Kandang tersebut berisi sekitar 7.000 ekor ayam yang terbakar," ujar Bambang kepada SURYA.co.id.

Baca juga: KRONOLOGI Kecelakaan Beruntun di Tulungagung yang Sebabkan 12 Orang Terluka

Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu kebocoran gas dari pemanas yang digunakan untuk menjaga suhu anak ayam.

"Sementara ini penyebab kebakaran diduga berasal dari pemanas berbahan elpiji. Karena ayam masih kecil, pemanas digunakan untuk menjaga suhu. Kemungkinan terjadi kebocoran gas," jelasnya.

Dua Unit Damkar Dikerahkan

Beruntung, proses pemadaman tidak mengalami kendala berarti. Lokasi kandang masih dapat dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Selain itu, keberadaan sungai di dekat lokasi juga memudahkan petugas memperoleh sumber air selama proses pemadaman.

"Alhamdulillah tidak ada kesulitan karena sumber air juga tersedia di dekat sungai. Pemadaman berlangsung mulai sekitar pukul 03.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB lebih, dengan mengerahkan dua unit kendaraan," terang Bambang.

Petugas kemudian melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Kerugian Capai Rp 1 Miliar

Besarnya kerugian tak lepas dari ukuran kandang yang cukup panjang serta banyaknya ayam yang berada di dalamnya.

"Skala kebakaran tergolong besar. Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian materiil diperkirakan kurang lebih Rp1 miliar," ungkap Bambang.

Selain sekitar 7.000 ekor ayam, api juga menghanguskan pakan ternak, sepeda motor, blower, dan sejumlah barang yang berada di sekitar kandang.

Pemilik kandang diketahui KH Nur Khotib, warga Dusun Guyang Gajah, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Lokasi kandang berada beberapa kilometer dari tempat tinggal pemilik.

Diduga Api Telanjur Membesar Saat Penjaga Tidur

Bambang menduga api sempat membesar sebelum diketahui.

Kondisi tersebut kemungkinan terjadi karena kebakaran berlangsung dini hari ketika penjaga kandang masih tidur.

"Kebocoran gas seharusnya bisa segera diatasi jika cepat diketahui. Kalau dibiarkan semakin lama, api akan semakin besar dan kebakaran semakin meluas," katanya.

Ia menduga kebakaran kali ini sudah berlangsung cukup lama sebelum diketahui.

"Karena kejadiannya pagi dan kemungkinan penjaga masih tidur, api diduga sudah cukup lama membesar. Ketika api menyambar, kobaran langsung meluas," imbuhnya.

Lokasi Kandang Jauh dari Permukiman

Kebakaran tidak sampai merembet ke rumah warga. Pasalnya, kandang tersebut berada cukup jauh dari permukiman.

Di sisi selatan kandang terdapat aliran sungai yang sekaligus berbatasan dengan wilayah Kabupaten Trenggalek. Area di sekitarnya didominasi persawahan.

Sementara di sisi utara juga terdapat hamparan persawahan yang masuk wilayah Desa Bendungan.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB, petugas Damkar Tulungagung masih melakukan pembasahan sebelum meninggalkan lokasi.

Asap tipis sisa kebakaran masih terlihat mengepul dari beberapa bagian kandang.

Sejumlah pekerja kemudian mulai membersihkan lokasi dan memilah barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

Bambang mengingatkan masyarakat, terutama peternak, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan peralatan pemanas berbahan gas.

"Kebakaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Karena itu, kita harus tetap waspada," pesannya. (Madchan Jazuli)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.