TRIBUNSUMSEL.COM - KH Ahmad Anwar Zahid dikabarkan mengalami kecelakaan setelah Mobil Toyota Alphard yang ditumpanginya diseruduk truk trailer saat melintas di Jalan Raya Padangan-Ngawi, Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (10/8/2026) malam.
Insiden terjadi sewaktu pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah tersebut tengah dalam perjalanan menuju Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, untuk menghadiri agenda pengajian.
Meski kondisi kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, KH Anwar Zahid bersama sopir dan satu penumpang lainnya berinisial AAZ (52) dilaporkan selamat tanpa luka serius.
Baca juga: Kronologi Pencuri Motor Ojol di Palembang Tewas Kecelakaan usai Dikejar Korban, Tabrak Tiang Listrik
KH Ahmad Anwar Zahid, atau yang akrab disapa Abah Anza, lahir di Bojonegoro pada 11 Maret 1974.
Ia merupakan mubalig kenamaan yang memimpin Pondok Pesantren Sabilunnajah di Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.
Pendakwah yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) ini dikenal luas oleh masyarakat berkat gaya ceramahnya yang jenaka, komunikatif, dan sarat akan pesan moral yang menyentuh.
Pendidikan keagamaan Kiai Anwar Zahid diawali dari Komplek Pesantren At-Tanwir, Sumberejo, Bojonegoro.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di lingkungan tempat tinggalnya, beliau melanjutkan perjalanan nyantrinya ke Pondok Pesantren Langitan, Tuban, pada tahun 1988 di bawah asuhan langsung Romo KH Abdullah Faqih.
Di pesantren inilah bakat dakwahnya mulai diasah dan dibentuk.
Guna memperdalam keilmuan Al-Qur'an dan tafsir, Kiai Anwar Zahid kemudian melanjutkan pengembaraan ilmunya ke Asrama Pesantren Ta'limul Quranil Adzim (APTQ) Sampurnaan di Bungah, Gresik.
Baca juga: Sosok Abdullah Guru Honorer Bergaji Rp275 Ribu, 10 Tahun Lawan Anxiety, Dihadiahi Motor Ivan Gunawan
Bekal dari kedua pesantren besar tersebut menjadi fondasi kokoh bagi kiprah dakwahnya di tengah masyarakat.
Salah satu hal yang membuat sosok KH Anwar Zahid begitu dicintai jamaah dari berbagai kalangan adalah kemampuannya menyajikan materi keagamaan—seperti ubudiyah, amaliyah, dan syariah—secara ringan dan dipenuhi humor khas Jawa.
Jargon populer Kiai Anwar kerap memancing gelak tawa jamaah antara lain "Qul hu wae lek kesuwen".
Kepadatan jadwal dakwahnya terbilang fantastis.
Setiap harinya, Anwar bisa mengisi 3 hingga 4 lokasi pengajian di pelbagai daerah.
Tidak hanya melayani permintaan pengajian di dalam negeri, Kiai Anwar Zahid juga rutin diundang untuk berdakwah di hadapan para pekerja migran dan warga Indonesia di mancanegara, seperti Hong Kong, Korea Selatan, hingga Malaysia.
Di samping kesibukannya berkeliling dakwah, beliau tetap mengasuh santri-santrinya di Yayasan Pondok Pesantren Sabilunnajah yang menyediakan jenjang pendidikan MTs dan MA.
Seluruh biaya pendidikan dan kehidupan sehari-hari para santri di pondok tersebut ditanggung secara gratis oleh pihak pesantren.
Ia juga rutin menggelar majelis pengajian bulanan Jamaah Maqoman Mahmudah setiap Ahad Kliwon di kediamannya.
Terkini, mobil Alphard yang ditumpangi KH Anwar Zahid mengalami kecelakaan di Jalan Raya Padangan-Ngawi, masuk Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro.
Kecelakaan bermula ketika mobil Alphard yang dikemudikan santrinya berinisial A (31) berada dalam posisi berhenti di belakang sebuah truk.
Kendaraan tersebut tengah menunggu antrean sistem buka-tutup jalan akibat adanya proyek perbaikan di wilayah Tinggang.
Tiba-tiba, dari arah belakang, sebuah truk trailer yang dikemudikan WP asal Mojokerto menabrak bagian belakang mobil Kiai Anwar Zahid hingga terdorong dan mengalami ringsek berat di bagian depan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian, menjelaskan penyebab sementara kecelakaan tersebut.
"Diduga pengemudi truk trailer mengantuk sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraannya dan menabrak mobil Toyota Alphard," ujar Septian, dilansir dari Tribunmadura.com, Selasa (11/8/2026).
Meski kondisi kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, KH Anwar Zahid bersama sopir dan satu penumpang lainnya berinisial AAZ (52) dilaporkan selamat tanpa luka serius.
Ipda Septian pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
"Kami mengimbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta mengurangi kecepatan, terutama saat mendekati antrean kendaraan," pungkas Ipda Septian.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com