Challenge Hafalan Ayat Suci Berhadiah Miras di Festival Musik Viral, Dikecam MUI hingga Dipolisikan
Weni Wahyuny August 11, 2026 01:45 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Media sosial dihebohkan oleh peredaran video aksi kontroversial di festival musik tahunan The Sounds Project.

Dalam video tersebut, tampak salah satu booth produk minuman keras (miras) menggelar tantangan (challenge) hafalan ayat suci Al-Qur'an bagi pengunjung, dengan imbalan berupa sebotol minuman beralkohol secara gratis.

Momen tersebut pertama kali mencuat usai akun Threads @JARRKOJARR membagikan pengalamannya di lokasi perhelatan.

Dalam unggahan yang kemudian diviralkan oleh pendakwah Hilmi Firdausi, terlihat seorang pengunjung membaca Surah Ad-Duha di booth miras tersebut demi mendapatkan hadiah alkohol.

Baca juga: Sosok Abdullah Guru Honorer Bergaji Rp275 Ribu, 10 Tahun Lawan Anxiety, Dihadiahi Motor Ivan Gunawan

Saat tantangan berhasil diselesaikan, pengunjung lain di sekitar lokasi tampak turut menyoraki.

Aksi pemasaran ini langsung memancing gelombang kritik tajam dari warganet yang menilai gimik tersebut tidak beradab dan melecehkan agama.

Ustaz Hilmi Firdausi mengecam aksi tersebut dan menilai telah penistaan agama.

"Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Qur'an ditukar sama Miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!," tulis Ustaz Hilmi Firdausi, dikutip Tribunsumsel.com pada Selasa (11/8/2026).

MUI Kecam

Gimik viral tersebut memantik reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, menegaskan bahwa perbuatan tersebut melanggar nilai agama, moral, hingga hukum.

“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Niam dikutip dari laman MUI Digital, dikutip dari Tribunnews.com.

Niam juga menekankan bahwa membaca Al-Qur'an adalah ibadah suci yang sangat bertolak belakang dengan aktivitas mengonsumsi miras.

Baca juga: Catatan Hitam Aiptu N: Kasus Miras, Asmara Terlarang, hingga Paksa Istri Siri Diduga Buat Narkoba

Menjadikan Al-Qur'an sebagai syarat mendapatkan miras dinilai sebagai bentuk pelecehan.

“Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Alquran,” tegas Niam.

Brand Miras hingga EO Dilaporkan

Buntut dari kejadian ini, langkah hukum resmi diambil.

Seorang advokat, Mohammad Rizki Abdullah, melaporkan lima pihak sekaligus ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama.

Pihak yang dilaporkan meliputi brand miras, promotor acara (event organizer), Master of Ceremony (MC) berinisial RES, perempuan penawar tantangan, serta pengunjung yang melafalkan Al-Qur'an dalam video tersebut.

"Iya benar (membuat laporan polisi). Saat ini kami sedang dalam perjalanan ke Polda Metro Jaya untuk buat LP (laporan polisi) terkait kasus tersebut," ujar Rizki saat dihubungi dari Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (11/8/2026).

"Kami berencana melaporkan lima pihak yaitu EO, brand miras, MC, perempuan yang menawarkan hal tersebut (challenge membaca Alquran), dan perempuan yang melafadzkan Alquran tersebut," lanjutnya.

Rizki menegaskan bahwa pelaporan ini dilandasi rasa sakit hati sebagai seorang Muslim sekaligus kewajiban penegakan hukum.

"Bukti yang dibawa ya video dan beberapa dokumen yang berkaitan lainnya. Insya Allah ini masuk ke pasal penistaan agama. Kita sebagai seorang muslim merasa sakit hati atas kelakuan kurang ajar mereka. Dan saya sebagai advokat Muslim punya kewajiban untuk proses LP mereka sebagai ranah dakwah dan jihad saya dalam profesi ini," tegas Rizki.

Klarifikasi Promotor Festival 

Merespons polemik yang kian membesar, promotor festival musik The Sounds Project langsung merilis pernyataan resmi melalui akun Instagram @thesoundsproject.

Pihak penyelenggara mengecam aksi tersebut dan mengklaim kejadian itu di luar arahan maupun kendali mereka.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apapun."

"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," tulis pernyataan resmi The Sounds Project.

Pihak promotor menambahkan bahwa mereka telah menegur pihak sponsor, mengidentifikasi oknum-oknum yang terlibat, serta melakukan evaluasi internal agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Mereka pun merasa marah, kecewa, dan mengecam tindakan tersebut.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apapun."

Selain itu, pihak sponsor juga telah mengidentifikasi individu-individu yang terlibat dalam challenge tersebut.

"Kami melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak akan terjadi lagi dalam penyelenggaraan acara selanjutnya," pungkasnya.

Permintaan maaf MC

Buntut dari polemik challenge hafalan Surah Ad-Duha berhadiah minuman keras, pemandu acara (master of ceremony) di booth sponsor The Sounds Project akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Melalui akun Threads pribadinya @aqueer_, MC bernama Revnaldo Ega tersebut mengakui kelalaiannya dalam memandu acara pada Minggu (9/8/2026).

Ega berdalih bahwa aksi membacakan ayat suci demi sebotol alkohol tersebut murni tindakan spontan dari pengunjung dan tanpa keterlibatan pihak sponsor Newport. 

"Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung," kata dia, dikutip Selasa pagi ini.

Ia berjanji akan menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih sigap dan bertanggung jawab dalam mengendalikan situasi di masa mendatang.

"Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya," imbuhnya,

"Mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi." tandasnya.

 (*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.