TRIBUNMANADO.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado merilis Prakiraan Cuaca Daerah Rawan Longsor Sulawesi Utara untuk Rabu (12/8/2026).
Peta tersebut menunjukkan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara memiliki potensi gerakan tanah dengan tingkat risiko yang berbeda, mulai dari rendah, menengah hingga tinggi.
Baca juga: Kota Bitung Sulawesi Utara Baru Saja Diguncang Gempa Bumi Selasa 11 Agustus 2026, Simak Info BMKG
Kantor Tribun Manado berada di Jalan AA Maramis, Kelurahan Kairagi Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Wilayah yang tercantum dalam peta BMKG meliputi:
Kepulauan Talaud
Kepulauan Sangihe
Kepulauan Sitaro
Manado
Minahasa Utara
Bitung
Tomohon
Minahasa
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Bolaang Mongondow Utara
Bolaang Mongondow
Bolaang Mongondow Selatan
Bolaang Mongondow Timur
Kotamobagu
Peta BMKG juga memperlihatkan adanya kawasan dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi, terutama di sejumlah wilayah daratan Sulawesi Utara.
Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di daerah berbukit dan lereng diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi hujan.
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini