SRIPOKU.COM - Seorang Master of ceremony (MC) yang membuat tantangan hafalan Alquran untuk promo minuman keras atau alkohol akhirnya buka suara memberikan klarifikasi.
Dia menjelaskan kronologi soal promosi alkohol berkedok tantangan hafalan Al Quran.
Video tersebut bahkan sampai viral di media sosial.
Awalnya akun @JARKOJARR memposting video ketika di festival musik The Sound Project.
Dalam postingan tampak mereka aktivitas di booth produk miras Newport.
MC wanita menantang penonton untuk membacakan surat Ad-Duha dengan imbalan satu botol minuman alkohol.
"Yang penting balance, yang bisa Ad-Duha gua bayarin satu botol, sini bareng sama gua. Ad Duha. Tadi lu udah bisa," katanya.
Lalu ada wanita berkerudung yang membacakan surat tersebut.
Setelah selesai ia langsung menepati janji menyuruhnya memesan satu botol alkohol.
"Mau apa ? temannya yang pesan," katanya.
Pemilik akun yang memposting pun turut mengecam tindakan yang dilakukan MC.
"Lagi selingan nunggu Hindia manggung, booth sebelah bikin challange “siapa yang hafal surah Ad- Duha dapet satu botol”
Are you fuckin kidding me?
Menurut gua kalian ga punya etika dan adab, lo jualan minuman tp Al Qur’an lo jadiin challenge, dan dikasih 1 botol lagi. Sakit." tulisnya.
Kini akun Revnaldo Ega @aqueer_ mengaku sebagai MC dalam acara tersebut.
Ia menerangkan kejadian dalam video terjadi pada Minggu (9/8/2026).
Kata dia aksinya di panggung sama sekali tidak berkaitan dengan brand minuman alkohol Newport.
"Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport.
Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya." tulisnya di Thread.
Ia bercerita awalnya melakukan interaksi dengan pengunjung.
Lalu mendadak ada yang mengambil mic-nya.
"Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audience tersebut," katanya.
Dia mengaku telah lalai karena membiarkan mic dikuasai audience.
"Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut, karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh brand," katanya.
Ega menegaskan bahwa kejadian itu sama sekali tidak ada kaitan dengan Newport.
"Sekali lagi saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan dari audiens tersebut sehingga menimbulkan kegaduhan," katanya.
Namun pengakuan tersebut justru dibantah langsung oleh pengunjung.
Winda Saraswati mengungkap bahwa sebenarnya Ega lah yang memaksa.
"Tadinya ga ada yang mau maju, terus kek 'dipaksa' kaya dinormalize terjadi di festival begini. Begitu ada yang maju, hafal, dan mereka ketawa. Astagfirullah banget gue, langsung bilang ke suami, gila ya miras dibeli pake ayat," tulisnya.
Ternyata bukan hanya itu saja, MC juga menantang untuk membaca doa agama lain.
"Setelahnya gantian nyari orang yang hafal doa bapa kami buat dibeliin minum juga. Tapi gajadi keburu band selanjutnya mulai," katanya.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan Ega sudah melanggar tatanan agama, etika moral, hingga hukum yang berlaku.
"Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.
Dirinya menjelaskan bahwa Alquran merupakan Kalamullah yang sangat disucikan dan kegiatan membacanya adalah bentuk ibadah bernilai tinggi.
Sebaliknya, minuman keras merupakan jenis minuman yang secara tegas diharamkan dalam Alquran.
Menurut Niam, menyandingkan ibadah membaca Alquran sebagai syarat untuk mendapatkan hadiah miras adalah tindakan yang merendahkan martabat agama.
"Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Alquran," katanya.