Polisi Buru Pria yang Tega Tembak Mantan Istrinya hingga Tewas di Mesuji
taryono August 11, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Jajaran Polres Mesuji bergerak cepat mengerahkan tim khusus untuk memburu Abu Rahman (35), pria bersenjata api yang tega menembak mati mantan istrinya, Yanti (36), di area Pasar Desa Wiralaga I, Kabupaten Mesuji, pada Senin (10/8/2026). 

Baca juga: Menanti Tuntutan KPK, Ardito Wijaya Cs Duduk Terdiam di Ruang Sidang Tipikor

Aparat kepolisian kini tengah menyisir sejumlah lokasi persembunyian pelaku yang melarikan diri seusai menghabisi korban tepat di hadapan anak kandung mereka.

Tragedi berdarah yang merenggut nyawa ibu rumah tangga asal Desa Wiralaga I tersebut dipicu oleh amarah pelaku asal Desa Sungai Ceper, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, yang sakit hati akibat penolakan ajakan rujuk. 

Berdasarkan keterangan Kapolres Mesuji, AKBP M Firdaus, konflik bermula sehari sebelum kejadian ketika pelaku mendatangi kediaman orangtua korban sambil membawa senjata api serta melontarkan ancaman pembakaran rumah.

"Tak terima cintanya ditolak, pelaku naik pitam dan langsung mengancam korban serta orangtuanya menggunakan senjata api," ungkap Firdaus saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (10/8/2026).

Tekanan psikologis tersebut memaksa korban sempat mengikuti pelaku demi keselamatan keluarga. 

Namun, saat Yanti berkeras hendak pulang ke rumah orangtuanya keesokan harinya sekitar pukul 04.00 WIB, Abu kembali mengamuk dan melayangkan todongan mematikan. 

Meski diancam senjata, korban memilih mengabaikan gertakan tersebut dan berjalan pulang.

Niat korban untuk kembali ke keluarganya justru berujung pada aksi pengejaran brutal. 

"Aksi pengancaman itu berujung maut. Pada Senin pagi sekira pukul 06.00 WIB, saat korban berjalan pulang melintasi area Pasar Desa Wiralaga I, pelaku membuntutinya dari belakang," lanjut Firdaus. 

Tanpa rasa kemanusiaan, pelaku melepaskan tembakan fatal yang seketika merenggut nyawa korban di tempat.

Peristiwa mengerikan ini meninggalkan trauma mendalam bagi anak kandung korban berinisial W, yang menyaksikan detik-detik penembakan sadis tersebut hingga histeris memeluk jenazah sang ibunda. 

Warga bersama perangkat desa yang mendapati laporan langsung bergegas meneruskannya ke pihak berwajib, sementara jasad korban dievakuasi ke Puskesmas Wiralaga I untuk pemeriksaan medis. 

"Nyawa korban Yanti tidak tertolong dan meninggal dunia di tempat kejadian," pungkas Firdaus, menegaskan komitmen korps bhayangkara untuk segera menangkap pelaku hidup atau mati.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.