TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kenaikan harga kebutuhan pokok di sejumlah wilayah Tanah Papua menjadi perhatian masyarakat.
Sejumlah pasar tradisional di Manokwari, Sorong, hingga wilayah pegunungan dilaporkan mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, dan sayuran disebut paling terasa dampaknya.
Aktivis sosial Fiktor Rayar menilai kondisi ini perlu segera ditangani pemerintah pusat.
Ia mendesak kementerian terkait untuk memastikan rantai distribusi bahan pangan berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Negara ini sudah 81 tahun merdeka. Seharusnya di hari istimewa seperti ini rakyat sejahtera. Tapi yang kami lihat hari ini, rakyat justru kelaparan. Harga naik, sementara pengawasan dari pusat minim,” tegas Fiktor Rayar melalui pesan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, tingginya harga kebutuhan pokok di Papua tidak semata-mata berkaitan dengan subsidi pemerintah.
Baca juga: Harapan Pelajar Fakfak di HUT RI: Presiden Prabowo Lanjutkan Program MBG
Faktor lain seperti ongkos angkut, keterbatasan stok, serta pengawasan terhadap distributor turut memengaruhi harga barang.
Kondisi geografis Papua yang luas dan menantang juga dinilai membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Fiktor khawatir tanpa intervensi langsung, kenaikan harga akan terus menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
“Pemerintah harus melihat persoalan ini secara menyeluruh. Bukan hanya berbicara soal subsidi, tetapi juga bagaimana distribusi barang sampai kepada masyarakat dengan harga yang wajar,” katanya.
Kenaikan harga kebutuhan pokok ini terjadi menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, momentum yang biasanya diikuti dengan program bantuan sosial.
Namun, di lapangan masih terdapat keluhan bahwa bantuan belum merata dan belum cukup menutupi beban tambahan akibat kenaikan harga.
Fiktor berharap pemerintah pusat tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga memastikan masyarakat di daerah, khususnya Tanah Papua, benar-benar merasakan manfaat pembangunan dan kemerdekaan.
“Turunlah ke lapangan, lihat langsung. Pastikan harga sembako bisa dijangkau masyarakat Papua. Itu baru bukti kemerdekaan dirasakan semua,” ujarnya.