MotoGP Mandalika 2026 digelar pada 9-11 Oktober. Namun, ajang balap bergengsi itu dibayangi rentetan kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air.
Langkah antisipasi pun dilakukan. Sebanyak 600 personel Polisi Kehutanan (Polhut) dikerahkan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Rinjani hingga perbukitan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika jelang MotoGP Mandalika 2026.
Strategi itu dilakukan untuk mencegah dampak El Nino yang diprediksi mencapai puncaknya pada Oktober 2026.
"Ada 600 personel Polhut yang tersebar di seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di NTB telah diperintahkan untuk bersiap di lapangan. Saya minta semua siaga," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB Didik Mahmud Gunawan Hadi, Senin (10/8/2026), dikutip dari detikBali.
Didik menjelaskan DLHK juga berkolaborasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk mengawasi lahan mudah terbakar di NTB. Selain itu, pemantauan titik api juga dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pemantauan satelit.
"Kami koordinasikan di lapangan. Kami juga dibantu sistem SiPongi untuk mendeteksi titik hotspot api secara riil. Begitu koordinat muncul, tim langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan apakah itu kebakaran hutan atau aktivitas lain," kata dia.
Didik mengatakan khusus di kawasan konservasi dan jalur pendakian seperti Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), para pendaki diminta untuk memperhatikan puntung rokok maupun sisa api unggun. Langkah itu untuk mencegah kebakaran akibat kelalaian manusia.
Pemprov NTB juga mengatensi area sekitar KEK Mandalika menjelang gelaran MotoGP 2026. "Kamis ini kami akan menggelar apel siaga Karhutla di Sembalun dengan mengundang seluruh unsur Forkopimda. Kami harapkan koordinasi ini memperkuat kesiapsiagaan bersama," kata Didik.
Sebelumnya, sekitar 5.000 hektare lahan di wilayah NTB hangus terbakar sejak Januari hingga pekan pertama Agustus 2026. Pemprov NTB diminta memperketat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pernyataan itu diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri (Dinda), setelah mengikuti rapat koordinasi secara daring bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Senin (10/8).
"Kami diminta untuk mengantisipasi jangan sampai muncul spot-spot baru atau terjadi kebakaran berulang," kata Dinda.
"Penanganan El Nino ini diprediksi sampai Oktober, sehingga seluruh lembaga mulai dari Pemda, TNI, Polri, hingga Kejaksaan ikut terlibat," kata dia.





