SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Jalur Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung di Kabupaten Banyuasin kembali diwarnai kepadatan kendaraan.
Pantauan di lapangan, Selasa (11/8/2026), kendaraan dari arah Palembang menuju Sembawa mulai mengalami perlambatan sejak Simpang Y KM 14.
Kepadatan terjadi karena adanya penyempitan lajur jalan. Kendaraan yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Sembawa harus melintas secara bergantian sehingga laju kendaraan tersendat.
Kondisi serupa juga terlihat di depan SPBU KM 16. Banyak kendaraan berhenti untuk mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar.
Dari KM 16, kendaraan kembali melanjutkan perjalanan menuju KM 17. Di lokasi tersebut terdapat pekerjaan pengecoran jalan yang dilakukan Balai Besar Jalan Nasional Sumatera Selatan.
Kendaraan yang melintas di kawasan pengecoran harus memperlambat laju karena permukaan jalan yang telah dicor masih ditimbun menggunakan batu agregat.
Setelah melewati lokasi pengecoran, kendaraan kembali menghadapi kepadatan di Simpang Semuntul.
Simpang tersebut menjadi salah satu titik yang cukup sering mengalami kemacetan karena tingginya aktivitas kendaraan yang keluar dan masuk dari simpang.
Meski arus kendaraan dibantu pengaturan oleh "pak ogah", laju kendaraan tetap tersendat karena kendaraan dari Simpang Semuntul terus keluar masuk menuju Jalintim.
Kepadatan kembali terjadi ketika kendaraan mendekati Simpang Air Batu.
Di lokasi tersebut, kendaraan yang mengarah ke Sembawa kembali bergerak merayap hingga melewati simpang.
"Simpang Semuntul itu selalu jadi lokasi kemacetan. Kalau sudah lewat Simpang Semuntul dan Simpang Air Batu, menuju ke Pangkalan Balai bisa melaju cukup cepat. Kecuali bila ada truk yang mogok, bisa ada kemacetan lagi," ujar seorang warga Sukomoro yang ditemui saat melintas.
Setelah melewati Simpang Air Batu, kendaraan menuju Kecamatan Sembawa dan Kota Pangkalan Balai umumnya dapat kembali melaju lebih lancar.
Namun, kondisi tersebut sangat bergantung pada situasi di jalan. Jika terdapat kendaraan besar atau truk yang mengalami mogok, kemacetan dapat kembali terjadi.
Sementara dari arah Pangkalan Balai menuju Palembang, sejumlah titik yang sama juga menjadi lokasi rawan kemacetan.
Di antaranya Simpang Air Batu, Simpang Semuntul, Simpang Pasir Putih hingga kawasan SPBU KM 16.
Kepadatan di sejumlah titik tersebut membuat pengendara membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai KM 14, tepatnya kawasan Simpang Y.
Kemacetan di Jalintim Palembang-Betung umumnya semakin terasa pada jam sibuk, baik pagi maupun sore hari.
Padatnya volume kendaraan, terutama kendaraan bertonase berat dan berukuran besar, turut menjadi salah satu faktor yang membuat arus lalu lintas mudah tersendat.
Pengendara yang melintas di jalur tersebut diimbau mengantisipasi perjalanan, terutama saat jam sibuk dan ketika melintasi sejumlah titik yang menjadi lokasi pekerjaan jalan serta persimpangan padat kendaraan.