7 Tanda Anemia yang Sering Diabaikan, dari Kuku Rapuh hingga Kulit Pucat
SERAMBINEWS.COM – Anemia menjadi salah satu kondisi kesehatan yang cukup banyak dialami masyarakat, tetapi tanda-tandanya sering kali tidak disadari.
Gejala anemia umumnya berkembang secara perlahan.
Akibatnya, seseorang bisa menganggap tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, atau sering merasa kedinginan sebagai dampak dari aktivitas sehari-hari.
Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Dikutip Serambinews melalui GB News, Selasa (11/8/2026), Amir Bhogal, Direktur sekaligus Kepala Apoteker Pyramid Pharmacy Group, mengatakan anemia sering dikaitkan dengan rendahnya kadar zat besi.
Menurutnya, kekurangan sel darah merah dapat membuat distribusi oksigen ke berbagai bagian tubuh berkurang.
“Mulai dari sesak napas, kuku rapuh, hingga kabut otak, gejala-gejala ini dapat berkembang secara bertahap, sehingga mudah terabaikan pada tahap awal,” kata Bhogal kepada GB News.
Ia kemudian mengungkap tujuh tanda anemia yang sering luput dari perhatian.
Baca juga: Jus Delima Bisa Bantu Turunkan Gula Darah, Ahli Gizi Ungkap Manfaatnya untuk Sensitivitas Insulin
Tanda pertama adalah rasa lelah yang terus berlangsung meskipun seseorang sudah cukup beristirahat.
Ketika jumlah sel darah merah sehat berkurang, tubuh kesulitan membawa oksigen dalam jumlah optimal.
Akibatnya, aktivitas sehari-hari yang sebelumnya terasa ringan dapat menjadi lebih melelahkan.
Bhogal menyarankan seseorang mencatat kapan rasa lelah muncul serta kemungkinan faktor yang memicunya, seperti pola makan, stres, atau gangguan tidur.
Catatan tersebut dapat membantu ketika berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sesak napas ketika melakukan aktivitas biasa juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Ketika kapasitas tubuh membawa oksigen menurun, tubuh dapat berusaha mengimbanginya dengan meningkatkan laju pernapasan.
Akibatnya, aktivitas yang sebelumnya mudah dilakukan bisa membuat seseorang lebih cepat terengah-engah.
Jika kondisi tersebut terjadi berulang kali, Bhogal menyarankan untuk berkonsultasi dengan apoteker atau tenaga kesehatan.
Pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes darah, mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Baca juga: Sering Dikira Cuma Buat Rambut, Ini 5 Khasiat Rutin Minum Jus Lidah Buaya Bagi Tubuh
Tanda berikutnya adalah tubuh lebih sensitif terhadap suhu dingin.
Kondisi ini terutama dapat dirasakan pada tangan dan kaki.
Menurut Bhogal, sensitivitas terhadap dingin dapat berkaitan dengan anemia akibat kekurangan zat besi.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko seperti menstruasi berat yang dapat menyebabkan cadangan zat besi berkurang secara bertahap.
Sakit kepala yang sering muncul tanpa penyebab yang jelas juga menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan.
Anemia dapat membuat tubuh berusaha meningkatkan aliran darah ke otak.
Kondisi tersebut berpotensi memicu sakit kepala.
Sakit kepala juga dapat disertai kesulitan berkonsentrasi atau rasa lelah.
“Jika sakit kepala menjadi lebih sering atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya Anda mendiskusikan gejala Anda dengan profesional kesehatan,” ujar Bhogal.
Baca juga: 5 Jus Ampuh Turunkan Tekanan Darah, Nomor 4 Paling Direkomendasikan untuk Hipertensi
Kulit pucat merupakan tanda lain yang sering dianggap sebagai akibat kelelahan atau kondisi cuaca.
Padahal, rendahnya kadar hemoglobin dapat membuat kulit terlihat lebih pucat.
Perubahan warna tersebut tidak hanya dapat terlihat pada wajah.
Bagian gusi, kelopak mata bagian dalam, dan bagian dalam bibir bawah juga dapat terlihat lebih pucat.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi, makanan seperti telur, bayam, daging merah tanpa lemak dan sayuran berdaun hijau dapat menjadi pilihan.
Mengonsumsi makanan tersebut bersama sumber vitamin C, seperti buah jeruk atau paprika, juga dapat membantu penyerapan zat besi.
Kuku yang mudah retak, pecah, menipis, atau tumbuh lebih lambat juga dapat menjadi tanda yang tidak boleh langsung dianggap sebagai masalah kosmetik.
Zat besi berperan dalam pertumbuhan kuku yang sehat.
Ketika kadar zat besi rendah, kondisi kuku dapat ikut mengalami perubahan.
Bhogal menyarankan untuk memberikan waktu istirahat bagi kuku dari perawatan seperti gel dan akrilik.
Penggunaan dan pelepasan produk tersebut secara berulang dapat memperparah kerusakan kuku yang sudah rapuh.
Baca juga: Ternyata Jus Bit Bikin Awet Muda dan Otak Cemerlang, Simal Ulasan Ini
Tanda terakhir adalah brain fog atau kabut otak.
Kondisi ini dapat membuat seseorang kesulitan berkonsentrasi, mengingat informasi, atau menyelesaikan pekerjaan yang biasanya mudah dilakukan.
Ketika pasokan oksigen ke otak terganggu, kemampuan kognitif juga dapat ikut terpengaruh.
Bhogal menyarankan mencatat kapan kesulitan berkonsentrasi tersebut muncul agar polanya dapat dibahas bersama tenaga kesehatan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Mengetahui kapan harus mencari bantuan menjadi hal penting ketika gejala-gejala tersebut mulai muncul secara berulang.
Apoteker dapat membantu menilai keluhan yang dialami dan menyarankan langkah berikutnya.
Jika diperlukan, pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami anemia atau kekurangan zat besi.
Dalam kondisi tertentu, pasien juga dapat dirujuk kepada dokter umum untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Namun, tidak semua gejala dapat ditangani dengan menambah asupan zat besi secara mandiri.
Penyebab anemia juga perlu diketahui karena kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
Bhogal juga memperingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan sakit kepala yang muncul tiba-tiba dan disertai gejala seperti penglihatan kabur, nyeri rahang, kebingungan, atau mati rasa.
Kondisi dengan gejala tersebut membutuhkan perhatian medis segera.
Dengan mengenali tanda-tanda awal anemia, seseorang dapat lebih cepat mencari bantuan dan mendapatkan pemeriksaan yang sesuai sebelum kondisinya semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: 5 Fakta Jus Buah Bit Untuk Kesehatan, Baik Bagi Penderita Hipertensi dan Kesehatan Hati
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)