TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Langkah Enjelin Amalhea Misiro menuju panggung pengibaran bendera Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukanlah perjalanan singkat.
Di balik kepercayaan sebagai pembawa baki, tersimpan kisah perjuangan penuh tantangan.
Enjelin, pelajar SMK Kehutanan Negeri Manokwari kelahiran Nabire, 1 Juli 2009, merupakan putri pasangan Kris Misiro dan Yohana Hamadi.
Ia pertama kali mengikuti seleksi Paskibra pada 2025, namun belum berhasil.
Setahun kemudian, kesempatan kembali datang. Pada 2026, namanya akhirnya masuk jajaran Paskibra Kabupaten Manokwari dan dipercaya sebagai pembawa baki bendera.
“Rasanya senang, bahagia. Akhirnya yang saya impikan sejak kecil tercapai,” ungkap Enjelin, Selasa (11/8/2026).
Latihan Penuh Tantangan
Sejak terpilih, Enjelin bersama rekan-rekan Paskibra menjalani latihan intensif selama lebih dari tiga minggu.
Cuaca terik Manokwari menjadi salah satu tantangan terbesar. Rasa gugup dan teguran pelatih sempat membuatnya hampir menyerah.
Namun pesan orang tua untuk tetap semangat dan pantang menyerah kembali menguatkan langkahnya.
Baca juga: Kesiapan Paskibra Manokwari Capai 92 Persen, 45 Pasukan Pengawal dari Brimob
“Pernah saya hampir patah semangat, tapi saya ingat pesan orang tua untuk tidak menyerah,” ujarnya.
Dukungan keluarga serta pembina menjadi kekuatan utama bagi Enjelin.
Selain kedisiplinan dan ketekunan, ia juga merasakan pengalaman sosial berharga: bertemu teman-teman baru dan belajar bekerja sama.
“Awalnya tidak kenal, sekarang bisa saling sapa dan jalan bersama,” katanya.
Momen Sakral 17 Agustus
Kini, Enjelin menanti hari ketika ia harus melangkah membawa baki di hadapan masyarakat dan pejabat Kabupaten Manokwari.
Baginya, tugas ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan kepada Merah Putih, orang tua, sekolah, dan daerah.
“Pasti ada gugup, tapi saya percaya bisa menyelesaikan tugas dengan baik,” ucapnya.
Pengalaman sebagai Paskibra telah membentuk karakter Enjelin: disiplin, berani, dan mampu menghadapi tekanan.
Ia menyimpan cita-cita menjadi polisi wanita (Polwan), dengan bekal pengalaman dari Paskibra.
Kepada pelajar Manokwari, ia berpesan agar mempersiapkan diri sejak awal jika ingin mengikuti seleksi tahun depan.
“Tetap semangat, banyak belajar, dan persiapkan diri dari sekarang,” pesannya.
Enjelin berharap peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum kemajuan Indonesia yang merata hingga ke pelosok Papua Barat.
Baginya, langkah kecil membawa baki Merah Putih adalah mimpi masa kecil yang kini menjadi kenyataan.