Mojtaba Tata Ulang Kekuatan IRGC, Ini Daftar Enam Jenderal Senior yang Perkuat Pertahanan Iran
Endra Kurniawan August 11, 2026 05:20 PM

TRIBUNNEWS.COM -  Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, resmi menunjuk enam komandan senior untuk mengisi posisi-posisi penting di tubuh militer dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Penunjukan itu dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi komando pasca konflik berkepanjangan yang menewaskan sejumlah petinggi militer Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Meski mengisi sejumlah jabatan strategis, struktur baru tersebut tetap mempertahankan pola kepemimpinan berlapis atau layered command.

Model ini membuat Iran tidak bergantung pada satu figur komandan utama sehingga rantai komando tetap berjalan apabila salah satu pimpinan gugur atau tidak dapat menjalankan tugasnya.

Di sisi lain, beberapa posisi penting seperti sektor intelijen serta jabatan Menteri Pertahanan dan Menteri Intelijen masih belum diisi secara permanen.

Deretan Pemimpin IRGC yang Baru

PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang diunggah situs berita resmi milik pemerintah Iran, PressTV. Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang diunggah situs berita resmi milik pemerintah Iran, PressTV. Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. (tangkapan layar)

Mengutip laporan Al Jazeera, Selasa (11/8/2026), setidaknya ada enam komandan senior untuk menempati posisi strategis di tubuh Angkatan Bersenjata dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Berikut profil singkat masing-masing pejabat yang dipercaya memperkuat sistem pertahanan Iran.

Baca juga: Siapa Mohsen Rezaei? Iran Kembalikan Veteran IRGC ke Pusat Keamanan, Sinyal Apa Bagi AS?

1. Mayor Jenderal Ali Abdollahi – Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran

Ali Abdollahi resmi dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran. Ia merupakan veteran Perang Iran-Irak yang memiliki pengalaman panjang di bidang militer maupun pemerintahan sipil.

Sebelum menduduki jabatan barunya, Abdollahi menjabat sebagai Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya sejak 2025 dan sempat menjadi Penjabat Kepala Staf Umum pada Maret 2026. Pengalamannya dinilai menjadi modal penting dalam memimpin koordinasi seluruh kekuatan militer Iran.

2. Brigadir Jenderal Kioumars Heydari – Wakil Kepala Staf Umum

Posisi Wakil Kepala Staf Umum kini diisi Brigadir Jenderal Kioumars Heydari, perwira senior dari Angkatan Darat reguler Iran (Artesh).

Heydari memulai karier militernya sebagai anggota milisi Basij sebelum bergabung dengan Angkatan Darat pada 1984. Ia kemudian dipercaya memimpin Angkatan Darat Iran selama hampir satu dekade sebelum dipromosikan ke jajaran pimpinan Staf Umum.

3. Mayor Jenderal Ahmad Vahidi – Panglima Tertinggi IRGC

Mayor Jenderal Ahmad Vahidi resmi ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Vahidi dikenal sebagai tokoh berpengalaman di sektor pertahanan dan memiliki latar belakang akademik di bidang studi strategis.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri Iran. Vahidi mengambil alih komando IRGC setelah gugurnya Mayor Jenderal Mohammad Pakpour dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

4. Mayor Jenderal Mostafa Izadi – Wakil Panglima Tertinggi IRGC

Jabatan Wakil Panglima Tertinggi IRGC dipercayakan kepada Mayor Jenderal Mostafa Izadi. Selama ini ia dikenal memimpin Markas Besar Ancaman Siber dan Ancaman Baru, sehingga memiliki pengalaman dalam menghadapi ancaman nonkonvensional.

Penunjukannya dinilai memperkuat fokus Iran terhadap pengembangan kemampuan perang siber dan strategi pertahanan modern.

5. Laksamana Muda Ali Ozamaei – Komandan Angkatan Laut IRGC

Di sektor maritim, Laksamana Muda Ali Ozamaei resmi menjabat sebagai Komandan Angkatan Laut IRGC menggantikan Alireza Tangsiri yang tewas dalam serangan di Bandar Abbas pada April 2026.

Ozamaei memiliki pengalaman panjang mengamankan kawasan strategis Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia. Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah dalam menjaga keamanan wilayah perairan Iran.

6. Hossein Taeb – Komandan Pasukan Basij

Sementara itu, Hossein Taeb kembali dipercaya memimpin pasukan paramiliter Basij, salah satu elemen penting dalam sistem pertahanan dalam negeri Iran.

Taeb sebelumnya dikenal sebagai Kepala Organisasi Intelijen IRGC selama lebih dari satu dekade. Dengan latar belakang intelijen yang kuat, ia diperkirakan akan berperan besar dalam memperkuat koordinasi keamanan internal dan menghadapi berbagai ancaman nonmiliter.

Baca juga: IRGC Bersumpah Bela Iran dan Setia pada Mojtaba Khamenei sampai Mati: Kemartiran Kekuatan Perlawanan

Restrukturisasi Dinilai Perkuat Sistem Pertahanan

Perombakan tersebut berlangsung bersamaan dengan perubahan di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), di mana Mohsen Rezaee ditunjuk menggantikan Ali Zolghadr.

Media Iran, Nournews, menyebut perubahan tersebut bukan merupakan evaluasi terhadap pejabat sebelumnya, melainkan bagian dari restrukturisasi strategis untuk menyesuaikan sistem keamanan dengan dinamika konflik yang terus berkembang.

Melalui restrukturisasi ini, Iran berupaya mengintegrasikan kebijakan militer, diplomasi, ekonomi, hingga energi ke dalam satu sistem koordinasi yang lebih terpadu. 

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan ketika menghadapi ancaman keamanan maupun eskalasi konflik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan perubahan struktur tersebut mencerminkan kekuatan institusi negara yang tidak bergantung pada satu individu.

Menurutnya, sistem pertahanan Republik Islam Iran dibangun di atas struktur kelembagaan yang kuat sehingga tetap mampu berjalan meski terjadi pergantian pejabat tinggi.

Strategi Pertahanan Berlapis Hadapi Ancaman Modern

Pengamat menilai restrukturisasi ini juga memperlihatkan perubahan strategi militer Iran dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks.

Selain mempertahankan kemampuan tempur konvensional, Iran kini semakin menitikberatkan pada integrasi antara Angkatan Darat reguler (Artesh) dan IRGC, sehingga koordinasi operasi militer dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Di saat yang sama, penunjukan tokoh seperti Mostafa Izadi dan Hossein Taeb menunjukkan bahwa perang siber, operasi intelijen, serta kekuatan paramiliter menjadi bagian penting dalam strategi pertahanan Iran ke depan.

Baca juga: Iran Tunjuk Eks Panglima IRGC Pimpin Dewan Keamanan, Pernah Sebut Hormuz Lebih Penting dari Bom Atom

Model komando berlapis yang diterapkan juga dinilai mampu menjaga kesinambungan kepemimpinan militer. 

Dengan sistem tersebut, apabila seorang komandan gugur dalam operasi militer, pejabat di bawahnya dapat segera mengambil alih tanpa mengganggu jalannya komando dan operasi di lapangan.

Langkah ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya melakukan pergantian personel di level pimpinan, tetapi juga memperkuat struktur pertahanan secara menyeluruh untuk menghadapi tantangan keamanan regional yang dinilai semakin dinamis.

(Tribunnews.com/Namira)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.