Kodim Karawang Kerahkan Pasukan untuk Patroli Berantas Begal
Joseph Wesly August 11, 2026 05:42 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Kodim 0604/Karawang turun tangan mengerahkan pasukan untuk berpatroli dalam memberantas aksi begal.

Personel Kodim akan dikerahkan ke wilayah pelosok dan titik rawan begal di Karawang, Jawa Barat.

"Kami siap membantu pihak kepolisian dan pemerintah daerah dalam memberantas begal melalui patroli gabungan ke titik-titik rawan," kata Komandan Kodim (Dandim) Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto, di Karawang pada Selasa (11/8/2026).

Ia mengatakan, upaya tersebut menjadi salah satu perhatian utama sejak dirinya menjabat sebagai Dandim. Patroli secara rutin dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi kriminal sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di masyarakat.

Patroli Gabungan di Titik Rawan

“Sejak pertama saya menjabat, saya sudah mendeklarasikan bahwa Kodim 0604 Karawang akan concern terhadap patroli begal dan peredaran obat terlarang, khususnya tramadol,” ujar Nanda.

Menurutnya, patroli dilakukan secara random, terutama pada Jumat malam dan malam akhir pekan. Sasaran patroli difokuskan di sejumlah wilayah yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih, termasuk kawasan di wilayah terluar Kabupaten Karawang.

Baca juga: Dandim Karawang Letkol Nanda akan Tindak Oknum Kodim bila Terlibat Peredaran Obat Terlarang

Dalam pelaksanaannya, Kodim 0604/Karawang tidak bekerja sendiri. Patroli melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, Satpol PP hingga organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna.

“Fokusnya adalah mempersempit ruang gerak begal. Kami juga membubarkan kerumunan-kerumunan kecil yang berpotensi menjadi tempat munculnya kegiatan pembegalan,” katanya.

Sasar Peredaran Tramadol

Selain begal, Kodim 0604/Karawang juga menaruh perhatian terhadap peredaran obat keras tertentu, terutama tramadol. Nanda mengakui pemberantasan peredaran obat tersebut memiliki tantangan tersendiri karena modus yang digunakan pelaku semakin sulit dideteksi.

Menurutnya, upaya mempersempit ruang kejahatan bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan kondisi Karawang yang aman dan kondusif.

“Untuk peredaran tramadol memang agak sulit kita deteksi karena sekarang mereka sudah menggunakan sistem tempel,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini. Salah satunya melalui penyisiran bersama Satpol PP terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan obat keras tertentu.

Penyisiran juga dilakukan terhadap sejumlah warung yang menjual produk obat atau jamu tertentu yang berpotensi disalahgunakan.

Selain menyasar tempat penjualan, Kodim juga melakukan pendekatan persuasif kepada kelompok-kelompok anak muda yang kerap berkumpul pada malam hari.

“Kalau ada anak-anak muda yang malam hari berkerumun, kita datangi secara persuasif. Kita tanya kegiatannya apa dan sebagainya. Kita berikan sosialisasi sehingga mereka berpikir kembali untuk tidak menggunakan obat tersebut,” jelas Nanda.

Program 100 Hari Kodim 0604/Karawang

Di sisi lain, selama 100 hari menjabat sebagai Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Nanda Siswanto menyebut pihaknya telah menjalankan sejumlah program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu yang telah diselesaikan yakni pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kecamatan Jatisari. Pembangunan tersebut merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia melalui TNI Angkatan Darat.

Selain jembatan yang telah rampung, Kodim 0604/Karawang juga tengah membangun jembatan lainnya di wilayah Kecamatan Cilamaya.

“Alhamdulillah di 100 hari saya menjabat sebagai Dandim 0604 Karawang, kita telah melakukan banyak pembangunan,” ujarnya.

Kodim juga telah membangun delapan sumur bor yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Karawang. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kekeringan, terutama saat musim kemarau.

“Delapan sumur bor sudah kita bangun dan tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang,” kata Nanda.

Selain pembangunan infrastruktur, Kodim 0604/Karawang juga melakukan renovasi panti asuhan di Kecamatan Klari serta pendampingan terhadap sektor pertanian.

"Pendampingan pertanian dilakukan untuk membantu menjaga keberlanjutan produksi pangan, terutama dalam menghadapi kondisi musim kemarau," ucapnya.

Tegas terhadap Anggota yang Terlibat

Nanda juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi apabila terdapat oknum anggota Kodim 0604/Karawang yang terbukti terlibat dalam peredaran obat keras tertentu.

Ia memastikan anggota yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Apabila ada oknum dari Kodim 0604 Karawang yang terlibat dalam permainan peredaran obat terlarang, saya akan bertindak tegas. Langsung akan kita proses dengan hukum yang berlaku,” tegasnya. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.