Seorang pemilik jaringan camilan membagikan rahasia suksesnya. Bisnis ini dimulai dari menyediakan 12 kursi saja, sampai kini berhasil raup keuntungan ratusan miliar!
Mempertahankan dan mengembangkan sebuah bisnis kuliner bukanlah hal yang mudah. Beberapa pemilik usaha perlu menerapkan sejumlah strategi supaya bisnis kulinernya bisa berkembang, disukai banyak pelanggan, dan tentunya meraup keuntungan besar.
Mungkin banyak pemilik usaha kuliner tidak menceritakan kisah di balik layar. Namun, baru-baru ini seorang pemilik jaringan gerai camilan India populer membagikan kiat di balik kesuksesan bisnis makanannya.
Dalam unggahan di X, pebisnis Harsh Goenka mengungkap hal-hal yang telah membuat Benne, jaringan dosa (sejenis panekuk tipis atau krep tradisional asal India) miliknya, menjadi sangat sukses.
Goenka membagikan pandangannya tentang Benne di Mumbai yang berkembang pesat. Menurutnya, hal ini terjadi karena beberapa faktor, mulai dari kombinasi menu yang lebih terfokus, operasional yang cerdas, serta harga terjangkau.
Pemilik usaha ini membagikan sejumlah kiat yang menurutnya membuat bisnis kulinernya sukses. Foto: X/ @hvgoenka
|
Dalam unggahan tersebut, Goenka menjelaskan jika Benne menawarkan produk andalan yang berbeda dengan dosa pada umumnya. Alih-alih menawarkan dosa yang besar, tipis, dan renyah, Benne menawarkan menu Dosa Ala Davangere yang dibuat lebih kecil, lebih lembut di dalam, dan diberi mentega melimpah. Gaya khas inilah yang memberi Benne suatu keunikan untuk dimiliki.
Poin selanjutnya yang disampaikan Goenka adalah menu Benne yang ringkas. Di jaringan restoran ini Goenka membatasi jumlah porsi hidangan untuk memudahkan menjaga konsistensi rasa.
Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk melatih staf dan mereplikasikan formatnya seiring pertumbuhan bisnis. Bagi restoran cepat saji, kesederhanaan tersebut menurutnya menjadi keuntungan signifikan.
Ia juga mementingkan pengalaman yang diberikan ke pelanggan. Benne menggunakan sistem pemesanan dan pelayanan mandiri lewat mesin elektronik.
Hal ini bisa mengurangi kebutuhan layanan yang rumit sekaligus berusaha melibatkan pelanggan dalam prosesnya. Format pemesanan ini juga memungkinkan restoran melayani pelanggan dengan cepat.
Dosa yang ia tawarkan cukup unik karena tekstur dan isiannya berbeda. Foto: X/ @hvgoenka
|
Dengan mementingkan hal ini, apa yang berawal dari warung sederhana berkapasitas 12 orang di gang Bandra pada tahun 2024, kini berubah menjadi salah satu merek dosa paling banyak dibicarakan di Mumbai. Bahkan gerai Benne juga sudah banyak dikunjungi oleh selebriti papan atas dan sering diantre, menambah rasa penasaran bagi banyak orang.
Menurut laporan yang dilansir dari food.ndtv.com (10/8), kini gerai Benne bisa meraup penghasilan mencapai Rs 350 croce atau sekitar Rp 654,64 miliar. Nilai ini tentu menjadi lonjakan luar biasa bagi bisnis yang baru berusia sekitar 2 tahun.
Goenka juga menyoroti faktor yang mungkin paling penting bagi bisnis makanan apa pun, yaitu harga. Menurutnya, suatu produk memiliki peluang lebih besar ketika sudah menjadi langganan pelanggan yang disambangi secara teratur.
Pengamatan terakhirnya berfokus pada pelayanan. Menurutnya, pelayanan harus dijaga agar tepat waktu.
"Eksekusi yang brilian dengan beberapa diferensiasi adalah kuncinya," simpul Goenka.







