- Nyawa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan berada dalam ancaman bahaya akibat potensi plot pembunuhan dari pihak Iran.
Demi meloloskan diri dari intaian musuh, Trump terpaksa menjadikan pesawat resmi presidential Air Force One sebagai umpan pengecoh.
Mengutip Al Arabiya pada (11/8), ancaman serius ini memicu digelarnya operasi penipuan militer tingkat tinggi.
Tepat, saat Trump hendak meninggalkan Turki usai menghadiri KTT NATO.
Awalnya, Trump sengaja menaiki Air Force One versi lama di depan kamera guna mengelabui publik dan pihak luar.
Namun setelah berada di dalam, Trump secara diam-diam diselundupkan menggunakan truk katering bandara menuju pesawat militer C-32A yang jauh lebih kecil.
Aksi pengecohan ini berjalan sangat rahasia hingga sebagian besar staf Gedung Putih dan awak media tidak menyadari bahwa sang presiden telah berpindah pesawat.
Selama penerbangan di atas pesawat umpan tersebut, para jurnalis bahkan diinstruksikan untuk tetap menutup rapat seluruh tirai jendela kabin.
Trump kemudian mengakui bahwa prosedur ketat penutupan tirai jendela tersebut dilakukan karena mereka sedang berada dalam rute penerbangan yang sangat berbahaya.
Taktik pengalihan menggunakan pesawat pengecoh ini serupa dengan operasi rahasia yang pernah dilakukan Presiden Bill Clinton pada tahun 2000 lalu.
Pesawat rahasia C-32A yang membawa Trump akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di pangkalan militer Inggris beberapa menit sebelum pesawat umpan tiba.
Menanggapi terbongkarnya operasi rahasia ini, Gedung Putih menegaskan bahwa langkah ekstrem tersebut diambil demi menghadapi banyaknya musuh yang mengincar nyawa presiden.
Juru Bicara Gedung Putih Steve Cheung menyatakan pihak keamanan akan terus menggunakan seluruh instrumen keselamatan untuk menangkal potensi ancaman pembunuhan.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata betapa panasnya eskalasi ketegangan geopolitik serta besarnya risiko keselamatan yang harus dihadapi Trump saat ini