Dirut RSUP Kandou Manado Kunjungi 5 Korban Drag Race, Berikan Penguatan
Ventrico Nonutu August 11, 2026 08:50 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, mengunjungi lima korban insiden drag race yang saat ini menjalani perawatan, Selasa (11/8/2026).

Orang nomor satu di RSUP Kandou ini menemui satu-persatu korban ruangan berbeda-beda.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada para korban yang tengah menjalani proses pemulihan di RSUP Kandou.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama RSUP Kandou menyempatkan diri melihat langsung kondisi para korban sekaligus berkomunikasi dengan pasien dan keluarga yang mendampingi. 

Penguatan diberikan agar para korban tetap optimistis dalam menghadapi masa perawatan dan proses pemulihan.

Kehadiran pimpinan rumah sakit di tengah para pasien juga menjadi bentuk dukungan moral, terutama bagi korban dan keluarga yang sedang menghadapi situasi sulit setelah insiden tersebut.

Selain memberikan penguatan, Prof Starry turut memastikan bahwa kelima korban mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing. 

Tim medis dan tenaga kesehatan yang menangani para pasien terus melakukan pemantauan serta memberikan pelayanan berdasarkan kebutuhan medis.

“Kami memberikan perhatian dan dukungan kepada para korban serta keluarga. Yang paling penting saat ini adalah memastikan mereka mendapatkan penanganan dan perawatan yang optimal,” ujar Starry, kepada Tribun Manado,Com.

Ia juga menyampaikan agar para korban dan keluarga tetap mengikuti arahan tim medis selama menjalani perawatan. 

Proses pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak, sehingga komunikasi antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

“Semoga semua korban cepat pulih dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing,” ungkapnya.

Dirut juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

“Kami menyampaikan turut berduka cita bagi keluarga yang ditinggalkan Tuhan memberikan kekuatan,” jelasnya.

Sementara itu, bagi keluarga korban, perhatian dari pihak rumah sakit dinilai memberikan tambahan semangat di tengah kondisi yang sedang dihadapi. 

Dukungan moral menjadi hal penting selain penanganan medis, terutama ketika pasien masih harus menjalani observasi dan perawatan.

“Terima kasi pak Dirut yang sudah menguji dan memberikan kekuatan,” tandas salah satu keluarga korban.

(TribunManado.co.id/Fer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.