Viral Siswa Magang Diduga Ditampar Wakepsek, Gegara Kabel Gas Motor Macet
Rita Lismini August 11, 2026 08:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM -  Beredar luas rekaman seorang siswa magang diduga mendapat tindakan kekerasan dari oknum Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) bidang kesiswaan.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, setelah kegiatan belajar mengajar selesai. 

Saat itu, siswa hendak menggunakan sepeda motornya, tetapi kendaraan tersebut sempat mengalami kendala ketika akan dinyalakan.

Setelah mesin hidup, putaran mesin tiba-tiba meningkat dan menghasilkan suara raungan yang cukup keras. Kondisi itu disebut terjadi karena bagian katup atau kabel gas motor diduga tersangkut atau macet.

Siswa pun disebut tidak bermaksud sengaja menggeber kendaraannya.

Informasi tersebut kembali ramai setelah unggahan di Threads diunggah ulang oleh akun @bacaini pada Senin (10/8/2026). 

Akun tersebut menyebut siswa diduga menjadi korban tindakan kekerasan oleh oknum wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

“Seorang siswa diduga menjadi korban tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum wakil kepala sekolah bidang kesiswaan,” tulis akun dikutip TribunBengkulu.com, Selasa (11/8/2026).

Dalam unggahan yang sama, akun tersebut menjelaskan kendala pada sepeda motor yang diduga menjadi awal kesalahpahaman.

“Kendaraan tersebut sempat mengalami kendala saat akan dinyalakan. Setelah mesin berhasil hidup, putaran mesin disebut tiba-tiba meningkat karena bagian katup gas diduga tersangkut atau mengalami kemacetan, sehingga menimbulkan suara raungan yang cukup keras,” tulis akun tersebut.

Suara motor itu kemudian disebut disalahartikan sebagai tindakan sengaja menggeber sepeda motor di lingkungan sekolah hingga berujung pada dugaan tindakan kekerasan.

“Kesalahpahaman itu disebut berujung pada tindakan kekerasan terhadap siswa yang diduga dilakukan oleh oknum wakil kepala sekolah bidang kesiswaan,” lanjut narasi akun @bacaini.

Informasi serupa turut dibagikan akun X @langkisau pada 9 Agustus 2026. 

Namun, unggahan tersebut memberikan penekanan pada dugaan tindakan fisik dan respons pihak sekolah terhadap kejadian tersebut.

“Seorang oknum wakil kepala sekolah bidang kesiswaan diduga melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap salah satu siswanya usai terjadi kesalahpahaman terkait suara raungan mesin sepeda motor,” tulis akun @langkisau.

Akun tersebut juga menyebut suara tinggi kendaraan berasal dari kendala teknis, tetapi dianggap sebagai tindakan sengaja menggeber motor.

“Suara tinggi dari kendaraan tersebut dipicu oleh kendala teknis berupa katup gas yang tersangkut dan macet, namun pengajar menganggap siswa sengaja menggeber sepeda motornya di lingkungan sekolah,” tulis akun tersebut.

Siswa disebut telah berusaha menjelaskan kondisi sepeda motornya, tetapi dugaan tindakan fisik tetap terjadi.

“Meski siswa telah berusaha memberikan penjelasan mengenai kerusakan teknis tersebut, tindakan fisik tetap terjadi hingga memicu desakan evaluasi atas perilaku oknum tenaga pendidik dalam menangani situasi di area pendidikan,” lanjut akun @langkisau.

Video tersebut kemudian memicu beragam tanggapan warganet. 

Sebagian menilai persoalan itu seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi tanpa berujung pada tindakan kekerasan.

“Masalah komunikasi saja, tapi dua-duanya terlihat tidak beradab. Si pemuda tidak turun dari motornya, si bapak tidak menunjukkan kebijaksanaannya,” tulis seorang warganet.

Warganet lain menyoroti suara kendaraan yang dianggap mengganggu. 

Ia menilai siswa seharusnya segera mematikan kendaraan jika memang terjadi masalah pada bagian gas motor.

“Apapun alasan anak itu, tau kan kerugian pakai knalpot brong? MENGGANGGU!!!! Kalaupun memang nyangkut, seharusnya langsung matikan kunci kontak dan langsung ucapkan ‘MAAF’ lalu beri alasan,” tulisnya.

Ada pula warganet yang menilai kesalahan tetap harus mendapat konsekuensi, termasuk terkait penggunaan sepeda motor oleh anak di bawah umur dan pentingnya meminta maaf.

“Harus terima konsekuensi kalau salah!!! 1. Anak yang di bawah 17 tahun DILARANG menggunakan sepeda motor. 2. Knalpot brong itu mengganggu orang lain!!!! 3. Hilangnya kata ‘MAAF’ di kosakata anak muda zaman sekarang.”

Komentar lainnya datang dari warganet yang melihat persoalan tersebut dari sudut pandang orang tua.

“Kalau anak saya kalau benar melakukan perbuatan tersebut saya hukum lagi di rumah, gak mungkin guru marah tanpa sebab.”

Meski demikian, seluruh komentar tersebut merupakan pandangan pribadi warganet terhadap video dan informasi yang beredar. 

Sementara itu, dugaan tindakan kekerasan, penyebab pasti kejadian, serta kronologi lengkap peristiwa tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang terlibat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.