Banyuwangi Kerjasama dengan ITS, Perkuat Teknologi Sektor Perikanan dan Maritim
Haorrahman August 11, 2026 08:54 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi kerjasama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni ITS (PW IKA ITS) Jawa Timur untuk memperkuat inovasi teknologi daerah, khususnya pada sektor perikanan dan maritim.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama di Surabaya, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang sama juga melibatkan Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Lamongan, dan Kota Pasuruan.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan sektor perikanan, serta mengoptimalkan potensi maritim melalui pemanfaatan teknologi yang berkelanjutan.

Wakil Rektor II ITS Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana, Dr. Ir. Machsus, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dibutuhkan untuk mengoptimalkan kekayaan kelautan Indonesia.

Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Mulai Pindah ke Gedung Baru di Muncar

"Indonesia merupakan negara kepulauan. Sumber daya kelautan yang ada di dalamnya itulah yang perlu kita eksplorasi untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran bangsa ini," ujar Machsus.

Menurut dia, ITS memiliki sejarah panjang dalam pengembangan bidang kelautan dan kemaritiman. Kampus tersebut, kata Machsus, sejak awal memiliki mandat untuk turut mendorong kemajuan sektor kemaritiman Indonesia.

"Untuk itu perlu kolaborasi bersama, bagaimana ke depan bisa mengawal kemajuan kemaritiman di Indonesia ini. Sehingga segala potensi yang ada bisa kita berdayakan untuk kemakmuran bangsa, terutama untuk kemakmuran Jawa Timur," tambahnya.

Baca juga: Buruh Material Banyuwangi Gelar Aksi, Ratusan Dump Truk Konvoi ke Mapolresta dan Pemkab

Ketua Umum PW IKA ITS Jatim Eri Cahyadi mengatakan perguruan tinggi dan alumni perlu hadir memberikan solusi berbasis teknologi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerah.

Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi pengering ikan serta teknologi penerangan yang dapat membantu nelayan mengumpulkan ikan sehingga berpotensi meningkatkan hasil tangkapan.

"IKA ITS harus hadir memberikan pendampingan dan memanfaatkan keunggulan teknologi untuk membantu wilayah-wilayah di Jawa Timur," kata Eri yang juga Wali Kota Surabaya.

Menurut Eri, kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan alumni tidak hanya berkaitan dengan inovasi teknologi. Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga: Mulai Tahun Depan, Layanan Bayi Tabung Hadir di Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan ITS relevan dengan karakteristik Banyuwangi yang memiliki garis pantai sepanjang 175,8 kilometer serta potensi perikanan yang besar.

"Bagi Banyuwangi, ini menjadi nilai tambah untuk menggandeng ITS, terutama dalam pengembangan sektor perikanan," ujar Ipuk.

Ipuk mengatakan sebagian nelayan di Banyuwangi masih mengandalkan pola tradisional. Karena itu, penguatan teknologi dinilai penting, mulai dari penelitian, proses produksi dan pengolahan hingga hilirisasi produk perikanan.

Pemkab Banyuwangi berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penelitian. Pendampingan dan penerapan inovasi di lapangan dinilai penting agar teknologi yang dikembangkan benar-benar memberikan nilai tambah bagi produk perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Mudah-mudahan kerja sama ini berdampak pada peningkatan produk perikanan. Tidak hanya perikanan, sektor pertanian dan pengembangan sumber daya manusia juga bisa dikolaborasikan," kata Ipuk.

Kegiatan penandatanganan kesepakatan tersebut juga dirangkai dengan forum strategis nasional. Forum menghadirkan sejumlah pemateri, antara lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan KKP I Nyoman Radiarta, Direktur Utama PT Agrinas Jaladri Nasional (Persero) Kharisma Febriansyah, serta profesor dari ITS.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.