Pengunjung Antusias ke Festival Golo Koe Labuan Bajo, Produk UMKM Salah Satu Daya Tarik
Edi Hayong August 11, 2026 10:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordy Donovan

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO – Antusiasme pengunjung terlihat dalam pelaksanaan Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejumlah pengunjung tampak mendatangi stand demi stand pameran yang berada di kawasan Waterfront City Labuan Bajo untuk melihat sekaligus membeli beragam produk lokal yang ditawarkan pelaku UMKM.

Festival Golo Koe 2026 berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 di Waterfront City dan sejumlah lokasi lainnya di Labuan Bajo.

Festival tahun ini mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan” dengan tagline “Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi.”

Baca juga: Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Festival tersebut tidak hanya menjadi ruang perayaan iman dan budaya, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terlibat dalam gerakan menjaga kelestarian lingkungan.

Festival Golo Koe 2026 dibuka Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana pada Senin (10/8/2026).

Seremoni pembukaan berlangsung meriah dan diwarnai berbagai pertunjukan seni serta budaya.

Kehadiran Menteri Pariwisata sekaligus menandai Festival Golo Koe sebagai bagian dari 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN).

Pameran UMKM Jadi Daya Tarik

Sejak hari pertama festival, pengunjung disambut pameran UMKM, pentas seni, dan berbagai atraksi budaya yang menampilkan kekayaan lokal Manggarai.

Sekitar 160 UMKM kuliner dan nonkuliner turut ambil bagian dalam festival tersebut. Beragam produk lokal, termasuk kain tenun dan berbagai produk turunannya, menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung.

Baca juga: Masuk Top 10 KEN, Wabup Manggarai Barat Apresiasi Dukungan Kemenpar untuk Festival Golo Koe 2026

Salah seorang wisatawan, Alfiani (25), mengaku baru pertama kali datang mengikuti Festival Golo Koe di Labuan Bajo.

Saat memiliki waktu libur, Alfiani kemudian memutuskan datang langsung ke Labuan Bajo.

Ia mengaku terkesan melihat antusiasme masyarakat dan wisatawan yang mengunjungi kawasan festival.

“ Saya datang kebetulan pas liburan, jadi saya sempat melihat antusiasme pengunjung di Waterfront ini. Mereka dari stan ke stan untuk melihat berbagai macam produk yang dipamerkan. Ada yang mereka beli juga saat itu,” ujarnya.

Menurut dia, pameran UMKM menjadi salah satu hal menarik dalam Festival Golo Koe.

Baca juga: Didampingi Uskup Labuan Bajo, Menpar Widiyanti Borong Tenun UMKM di Festival Golo Koe

“Banyak stan pameran menjual produk lokal khas Manggarai. Itu sangat luar biasa. Ada tenun khas dan berbagai produk turunannya yang sangat bagus,” katanya.

Alfiani berharap Festival Golo Koe terus dikembangkan sehingga dapat menjadi inspirasi bagi keuskupan lain di Flores untuk menggelar kegiatan serupa.

“Jika setiap keuskupan membuat agenda tahunan seperti ini, pasti sangat bagus. Ini jadi contoh,” ujarnya.

Perayaan Iman dan Kepedulian Lingkungan

Selain pameran UMKM dan pertunjukan budaya, Festival Golo Koe 2026 juga diisi berbagai kegiatan rohani dan ekologis.

Pada Selasa (11/8/2026), umat berkumpul di Gereja St. Petrus Sernaru untuk mengikuti Kebangunan Rohani Katolik (KRK) bersama komunitas rohani.

Kegiatan tersebut menjadi ruang doa dan refleksi sekaligus mempererat persaudaraan umat.

Pada hari yang sama, digelar lomba membawakan Mazmur untuk kategori Orang Muda Katolik (OMK) dan dewasa.

Sementara itu, aksi ekologis dilaksanakan di Pantai Binongko melalui ibadat ekologi, pembersihan sampah, dan penanaman mangrove.

Panitia juga menyiapkan stan edukasi ekologis serta membatasi penggunaan plastik sekali pakai selama festival berlangsung.

Baca juga: Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026: Hadirkan Harmoni Spiritualitas Budaya-Pariwisata

Pada 12 Agustus, rangkaian festival dilanjutkan dengan kegiatan sosial-karitatif, karnaval budaya, dan tarian kolosal yang melibatkan ratusan penari muda dari SMKS Stella Maris Labuan Bajo.

Pada 13 Agustus, tradisi lokal Manggarai kembali mendapat ruang melalui Pentas Caci Kolosal yang melibatkan siswa-siswi SMKS Stella Maris dan SMKN 3 Komodo.

Pentas tersebut berlangsung di Lapangan Seminari Yohanes Paulus II/SMAK St. Ignasius Loyola.

Puncak spiritualitas festival akan berlangsung pada 14 Agustus melalui Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara.

Patung Maria akan diarak dari Gereja Stella Maris menuju Dermaga Biru, kemudian mengikuti prosesi laut menuju Waterfront City dan dilanjutkan dengan prosesi menuju Gua Maria Golo Koe.

Rangkaian festival ditutup pada 15 Agustus dengan Ekaristi Agung Maria Assumpta Nusantara di Waterfront City.

Baca juga: FEATURE: Tahun Kelima Penyelenggaraan Festival Golo Koe, Labuan Bajo Jadi Rumah Bersama  

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan konser musik yang menghadirkan Alvin Jo, jebolan X Factor Indonesia musim ketiga.

Festival Golo Koe juga menghadirkan Lomba Wilayah Terbersih yang melibatkan tiga paroki di Kota Labuan Bajo, yakni Paroki Merombok, Wae Sambi, dan Katedral Roh Kudus Labuan Bajo.

Selain itu, tersedia layanan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, hingga vaksinasi perjalanan luar negeri.

Festival Golo Koe 2026 menjadi ruang perjumpaan iman, budaya, sosial, ekonomi kreatif, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya merayakan kekayaan budaya dan iman, tetapi juga mengambil bagian dalam gerakan menjaga dan memulihkan bumi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.