Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku
POS-KUPANG. COM, KUPANG - Pemerintah Kabupaten Kupang mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan yang dapat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kupang.
Upaya itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Kekeringan di Kantor Bupati Kupang, Selasa (11/8/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius SJ Sanam, mengatakan Kabupaten Kupang termasuk wilayah yang rutin menghadapi ancaman kekeringan.
Kondisi tersebut dipengaruhi curah hujan yang relatif rendah dan musim kemarau yang panjang.
"Kekeringan bukan hanya berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air, tetapi berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari penyediaan air bersih, produktivitas pertanian dan peternakan, hingga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," kata Mateldius.
Dampak kekeringan, lanjut Mateldius, juga dapat dirasakan kelompok masyarakat rentan seperti perempuan, anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.
Karena itu, Pemkab Kupang menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi kondisi tersebut.
Langkah pertama berupa penguatan sistem informasi dan peringatan dini.
Informasi prakiraan musim, kondisi iklim, dan potensi kekeringan diharapkan dapat diteruskan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Pemkab Kupang juga akan mengidentifikasi wilayah prioritas serta kelompok masyarakat yang berisiko terdampak.
Selain itu, kesiapan sumber daya akan dipetakan, termasuk lokasi, penanggung jawab, dan mekanisme mobilisasi apabila terjadi kondisi darurat.
Koordinasi lintas sektor juga diperkuat agar penanganan kekeringan tidak dilakukan secara sendiri-sendiri.
Mateldius meminta hasil rapat tersebut ditindaklanjuti dengan rencana aksi dan pembagian tugas yang jelas.
"Penanganannya harus menjadi tanggung jawab bersama yang dilakukan secara terencana, terkoordinasi, inklusif, dan berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Project Manager CIS Timor, Ridwan Pellokila, mengatakan potensi kekeringan di Kabupaten Kupang sebelumnya telah dirilis BMKG.
Informasi tersebut perlu ditindaklanjuti karena dampak kekeringan tidak hanya menyangkut persoalan air.
Menurut Ridwan, kekeringan dapat memengaruhi pendidikan, ketahanan pangan, kesehatan, hingga kondisi ekonomi keluarga.
"Kami berharap melalui rapat koordinasi ini dapat dirumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi potensi kekeringan di Kabupaten Kupang, sehingga setiap sektor memiliki peran yang jelas dan mampu bekerja secara terpadu," kata Ridwan.
Rapat tersebut diinisiasi Yayasan CIS Timor melalui dukungan Program SIAP SIAGA.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi yang dipandu Ketua FPRB Kabupaten Kupang, Elfrid V. Saneh.
Sejumlah pihak hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Direktur Utama PDAM Kabupaten Kupang, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang, pimpinan OPD, Danramil 1604-02/Camplong, pejabat BMKG Kelas I NTT, pejabat Polres Kupang, Ketua PMI Kabupaten Kupang, serta perwakilan LSM dan NGO mitra. (nov)