Wamen Ekraf Irene Umar Kunjungi Kai Meya, Bahas Potensi Cap Tikus 1978 dan Ekonomi Kreatif Sulut
Jumadi Mappanganro August 11, 2026 10:22 PM

TOMOHON, TRIBUNMANADO.CO.ID  - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar menghadiri Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 yang digelar di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (8/8/2026).

Usai mengikuti rangkaian TIFF, Irene Umar berkunjung ke Kai Meya, salah satu destinasi di Tomohon yang memadukan restoran, hospitality, glamping, serta panorama alam dengan pemandangan Gunung Lokon.

Kedatangan Wamen Ekraf disambut langsung oleh CEO Kai Meya, Carlina Tewu, bersama jajaran manajemen dan staf Kai Meya.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Ekraf juga berdiskusi bersama PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama Irjen Pol. (Purn.) Carlo Brix Tewu.

Pada kesempatan itu, PT Jobubu mempresentasikan sejumlah produk, khususnya Cap Tikus 1978, sekaligus memperkenalkan sejarah, budaya, dan potensi pengembangan produk lokal khas Minahasa tersebut.'

KAI MEYA - Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengunjungi Kai Meya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (8/8/2026), Kunjungan ini dilakukan seusai Irene Umar menghadiri rangkaian agenda Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026.
KAI MEYA - Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengunjungi Kai Meya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (8/8/2026), Kunjungan ini dilakukan seusai Irene Umar menghadiri rangkaian agenda Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026. (Tribun Manado/Dokumentasi Kai Meya)

Menurut Carlo Tewu, nama minuman Cap Tikus telah dikenal di Minahasa sejak abad ke-15, menjadikannya salah satu bagian dari warisan tradisi yang telah melewati berbagai generasi masyarakat Minahasa.

Sebelum dikenal luas dengan nama Cap Tikus, tradisi minuman berbahan dasar aren telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minahasa.

Seiring perjalanan waktu, nama Cap Tikus semakin melekat dan kemudian menjadi salah satu identitas budaya yang dikenal dari Sulawesi Utara.

"Bagi PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk, Cap Tikus 1978 bukan hanya sebuah produk, tetapi juga membawa cerita, sejarah, budaya, dan identitas Minahasa," jelas Carlo Tewu melalui rilis yang diterima Tribun Manado via whatsApp, Selasa (11/8/2026). 

Melalui pengembangan produk, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus dilestarikan sekaligus dikemas menjadi produk bernilai tambah yang mampu dikenal hingga pasar internasional.

Kunjungan Wamen Ekraf di Kai Meya menjadi momentum yang mempertemukan budaya, pariwisata, hospitality, dan produk kreatif lokal.

Pertemuan ini juga membuka ruang diskusi mengenai bagaimana kekayaan lokal Sulawesi Utara dapat terus dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang memiliki daya saing lebih luas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.