TRIBUNNEWS.COM - Kabar mengejutkan datang dari Bhayangkara FC yang resmi memutuskan untuk berpisah dengan Paul Munster sebagai pelatih, Selasa (11/8/2026) malam WIB.
Lewat instagram resminya, Bhayangkara FC mengonfirmasi perpisahannya dengan Paul Munster.
Dengan caption singkat berisikan ucapakan terima kasih, Bhayangkara FC melepas kepergian pelatihnya tersebut.
"Thank u @coach.munster," tulis Bhayangkara FC dalam postingan terbarunya.
Keputusan Bhayangkara FC untuk berpisah dengan Paul Munster ini jelas terasa mengejutkan.
Apalagi momen tak terduga ini terjadi tepat 24 hari jelang bergulirnya kompetisi Super League musim 2026/2027.
Baca juga: Jadwal Kick-off Super League, Championship dan Liga Putri 2026/2027, Catat Tanggalnya
Belum diketahui secara pasti terkait alasan berakhirnya kerjasama antara Bhayangkara FC dan Paul Munster.
Jika menilik performa Bhayangkara FC sejak dilatih Paul Munster, penampilan tim ini tergolong cukup impresif.
Sejak dipercaya kembali mengisi kursi pelatih Bhayangkara FC per tanggal 19 Juni 2025 setelah sebelumnya ia melatih Persebaya Surabaya.
Pelatih asal Inggris itu mampu membawa Bhayangkara FC kembali ke performa terbaiknya pada musim lalu.
Di paruh pertama musim lalu, Paul Munster memang hanya bisa membawa Bhayangkara FC bercokol di peringkat kesembilan, dengan koleksi 22 poin dari 17 laga yang dimainkan.
Hanya saja, performa Bhayangkara FC langsung melejit di putaran kedua.
Paul Munster seakan menemukan resep terbaik timnya hingga bisa mengangkat derajat Bhayangkara FC di paruh kedua.
Hal itu dibuktikan dengan peringkat akhir yang ditempati Bhayangkara FC saat menyelesaikan kompetisi musim lalu.
Bhayangkara FC mengumpulkan total 53 poin dari 34 laga yang dimainkan, dan berhasil mengakhiri kompetisi Super League musim lalu di peringkat kelima.
Tim yang musim depan akan berganti nama menjadi Bhayangkara Presisi Lampung FC itu hanya kalah dari Persib Bandung, Borneo FC, Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya dalam hal peringkat.
Melihat apa yang ditampilkan Bhayangkara FC khususnya pada putaran kedua musim lalu, jasa Paul Munster jelas tak bisa dilupakan.
Karena ia layak dianggap sebagai sosok kunci di balik moncernya performa Bhayangkara FC, dikala banyak pihak yang awalnya memprediksi klub tersebut sebagai calon penghuni degradasi musim lalu.
Di akhir musim, keberhasilan Paul Munster mengangkat derajat Bhayangkara FC pun diganjar dengan keputusan operator kompetisi yang memasukan namanya sebagai salah satu nominasi pelatih terbaik musim lalu.
Meskipun pada akhirnya, Paul Munster kalah dalam nominasi tersebut, namanya tak bisa dikesampingkan begitu saja, khususnya oleh penggemar Bhayangkara FC.
Kini, kebersamaan Bhayangkara FC dengan Paul Munster resmi berakhir.
Selama melatih Bhayangkara FC, Paul Munster menorehkan catatan 16x menang, 5x imbang dan 13x kalah.
Khusus Bhayangkara FC, manajemen klub ini jelas punya tugas menantang untuk mencari pengganti ideal yang bisa menggantikan Paul Munster di kursi pelatih tim utama.
Sementara bagi Paul Munster, layak dinanti kemana ia akan melanjutkan destinasi kariernya sebagai pelatih?
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)