TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah anak korban kebakaran di Jl Sultan Abdullah 2, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, turut menyemarakkan HUT ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia.
Mereka mengikuti lima perlombaan tradisional yang mengundang decak tawa khas perayaan kemerdekaan.
Seperti, Lomba lari kelereng, Lomba makan biskuit dari jidat, Lomba memasukkan pipet ke dalam botol, Lomba makan kerupuk hingga Lomba memindahkan gelas pake balon.
Menariknya, lima perlombaan ini digelar di Mapolsek Tallo, Jl Gatot Subroto, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Selasa (11/8/2026) sore.
Tak ada rasa canggung di wajah mereka saat mengikuti setiap rangkaian perlombaan.
Antusias dan ceria, begitu yang terpancar di setiap wajah para peserta.
Terlebih, personel Polsek Tallo yang menjadi panitia juga begitu ramah menghadapi tingkah jenaka mereka.
Anak-anak yang keluar sebagai pemenang lomba mendapat hadiah menarik.
Seperti, alat tulis, buku, tambler dan beragam hadiah menarik lainnya.
Tidak hanya menyediakan hadiah untuk para juara, peserta lainnya yang juga mendapat santunan dalam kesempatan itu.
Mereka pun pulang dengan wajah ceria, dengan hadiah yang diperoleh masing-masing.
Adapun lomba yang diinisiasi Kapolsek Tallo AKP Asfada ini, diikuti 75 anak yang menjadi peserta.
Mereka merupakan perwakilan dari 15 kelurahan yang adai di wilayah Kecamatan Tallo.
Khusus Kelurahan Tallo, pesertanya didominasi anak korban kebakaran di Jl Sultan Abdullah 2, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada Jumat (31/7/2026) lalu.
Di mana peristiwa itu, menghanguskan 56 rumah yang berakibat pada 310 jiwa kehilangan tempat tinggal.
AKP Asfada menuturkan, sengaja menggelar lomba di kantornya untuk mendekatkan anak-anak pada Polri.
Ia ingin, kecintaan terhadap Polri tertanam pada benak anak sejak usia dini.
Terlebih kata Asfada, selama ini wajah kepolisian terkesan sebagai momok yang menyeramkan di mata anak-anak jika membandel.
"Tentunya kami menginginkan agar kecintaan terhadap tanah air tertanam sejak dini dalam diri para peserta, begitu juga dengan Polri," kata Asfada.
Selain itu, lanjut Asfada, gelaran lomba yang dilaksanakan juga bertujuan mengobati rasa trauma (trauma healing) bagi anak para penyintas korban kebakaran.
"Seperti yang kita saksikan, keceriaan mereka terpancar di setiap lomba. Begitu juga anak-anak korban kebakaran, mereka bermain lepas tanpa sekat," ucapnya.
Di momen kemerdekaan ini, Asfada berharap agar anak-anak Indonesia kedepannya dapat semakin menumbuhkan rasa cintanya pada tanah air.
"Kita berharap semoga target generasi emas 2045 seperti yang dicanangkan pemerintah dapat terwujud," imbuhnya.(*)