TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, kian mengkhawatirkan.
Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, si jago merah melalap dua lokasi berbeda di wilayah tersebut.
Insiden terbaru, kebakaran menghanguskan sekitar 15 hektare lahan milik PT PKN di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Selasa (11/8/2026).
Desa Apung berada di sebelah selatan pusat kota Tanjung Selor dan dilintasi oleh jalur poros darat utama yang menghubungkan Tanjung Selor dengan Berau/Samarinda, Kalimantan Timur.
Jarak Desa Apung sekitar 15 hingga 20 kilometer dari Kantor Bupati Bulungan, yang berlokasi di pusat Kota Tanjung Selor.
Kebakaran di kawasan Jalan Bukit Indah Jalur 4, Melintang Selatan, Desa Apung ini mulai membesar sekitar pukul 10.00 WITA.
Usai menerima laporan masyarakat, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 14.20 WITA untuk melakukan penanganan.
Baca juga: Terjadi 7 Kasus Karhutla di Tarakan, BPBD Ungkap Api Cepat Merambat Adanya Angin Kencang
Plt Kepala Pelaksana BPBD Bulungan, Widi Kustanto, membenarkan tingginya dampak kebakaran pada lahan milik perusahaan tersebut.
"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 15 hektare," ujar Widi Kustanto, Selasa (11/8/2026).
Rentetan insiden karhutla terjadi berurutan, sebelumnya di Tanjung Palas Timur dan disusul lokasi di Desa Apung dalam kurun 24 jam.
Proses pemadaman dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan lintas instansi demi memutus penyebaran api.
Petugas di lapangan menerapkan metode pemadaman langsung pada titik api, disusul penyemprotan air dan pembasahan area sekitar, hingga pendinginan lahan yang telah terbakar.
"Upaya pendinginan terus dilakukan agar api tidak kembali menyala, sekaligus memantau potensi penyebaran kebakaran ke lahan di sekitarnya," jelas Widi.
Baca juga: Gubernur Kaltara Tetapkan Status Siaga Darurat Hidrometeorologi, Warga Diimbau tak Bakar Lahan
Operasi penanganan karhutla ini mengerahkan armada skala besar, meliputi dua unit mobil tangki air BPBD Bulungan, tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Polda Kaltara, satu unit mobil tangki PT PKN, satu unit mobil tangki bantuan Balai Kementerian PUPR, serta dukungan medis satu unit ambulans dari PMI.
Hingga Selasa sore, tim gabungan masih terus bersiaga di lokasi untuk memadamkan sisa api dan melakukan penyiraman pendinginan.
"Kita pantau untuk titik api sebagai upaya pencegahan agar tidak muncul lagi," sebutnya.
Maraknya insiden karhutla dalam kurun waktu singkat ini membuat BPBD Bulungan mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat.
Widi mengimbau warga agar menghentikan praktik pembakaran dalam proses pembukaan atau pembersihan lahan, terlebih kondisi cuaca di Kaltara sedang sangat terik dan kering.
"Kita himbau kepada masyarakat, mengingat cuaca sedang terik dan kering di Kaltara jika melakukan penebangan jangan dibakar. Ayok bersama-sama kita mitigasi Karhutla di Bulungan," tandasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu