Pekan ASI Sedunia, Kendangsari Hospital Tekankan Pentingnya Dukungan Keluarga bagi Ibu Menyusui
Ndaru Wijayanto August 12, 2026 12:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

\TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pekan ASI Sedunia menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) bagi tumbuh kembang bayi. 

Mengisi momentum tersebut, Kendangsari Hospital (sebelumnya RSIA Kendangsari) mengajak puluhan orang tua sharing pengalaman dan edukasi bersama dokter terkait menyusui.

Melalui event “Aku, Kita, Menyusui”, membahas berbagai pengetahuan yang melibatkan ibu hamil, ibu menyusui, ayah, nenek, serta seluruh pihak yang mendukung keberhasilan menyusui.

“Peringatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada setiap ibu agar dapat memberikan yang terbaik bagi bayinya, terutama melalui pemberian ASI pada awal kehidupan," ungkap dr. Diana Amilia Susilo, Sp.A., IBCLC, ditemui di Tunjungan Plaza Surabaya, Minggu (9/8/2026).

"ASI sangat penting bagi keberlangsungan hidup dan tumbuh kembang bayi. Karena itu, dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitar menjadi hal yang penting agar ibu dapat menjalani proses menyusui dengan optimal," sambungnya.

Ia menyebut tema tahun ini, “Strengthen What Works”, mengingatkan bahwa keberhasilan menyusui dapat dicapai dengan memperkuat praktik-praktik yang telah terbukti efektif, mulai dari edukasi, pendampingan ibu, dukungan keluarga, hingga pelayanan kesehatan yang ramah menyusui. 

Sebagai institusi pelayanan kesehatan, Kendangsari Hospital berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ibu dan anak, memperkuat edukasi laktasi, serta memberikan pendampingan agar setiap ibu mendapatkan kesempatan dan dukungan untuk menyusui dengan optimal.

dr. Diana menyebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ASI dari tahun ke tahun juga menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Semakin banyak pihak yang terlibat dan memberikan dukungan terhadap pemberian ASI.

Salah satu tandanya adalah semakin banyak informasi mengenai ASI yang beredar di masyarakat.

Memang, kondisi ini juga menjadi tantangan karena tidak semua informasi yang beredar dapat langsung dipercaya dan diterapkan.

“Masyarakat tetap perlu lebih selektif dalam memilah informasi yang benar,” sebutnya.

Namun, semakin banyaknya pembahasan mengenai ASI dan semakin luasnya keterlibatan berbagai sektor menunjukkan bahwa perhatian masyarakat terhadap pentingnya pemberian ASI semakin meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh menyebut perjalanan menyusui berbeda pada setiap ibu.

Ada yang prosesnya lancar, ada pula ibu yang harus melewati kekhawatiran, insecure dalam proses pemberian ASI. 

Tantangan tersebut, lanjutnya, dapat berupa masalah pelekatan, produksi ASI, kondisi ibu dan bayi, kelelahan, hingga ketika ibu harus kembali bekerja.

Berbagai persoalan itu kerap menjadi alasan ibu menghentikan pemberian ASI. Namun, Billy meminta para ibu tidak merasa sendirian ketika menghadapi kesulitan dalam proses menyusui.

“Jangan merasa sendirian, jangan ragu meminta bantuan dan jangan merasa gagal ketika menghadapi kesulitan dalam menyusui,” ujarnya.

Billy juga secara khusus mengajak para ayah atau suami untuk terlibat dalam proses menyusui.

Menurutnya, dukungan ayah menjadi salah satu bagian penting dalam keberhasilan ibu memberikan ASI kepada anak.

“Saya ingin menyampaikan bahwa ayah adalah bagian penting dari keberhasilan menyusui. Saya juga mengajak seluruh keluarga untuk menjadi lingkungan pertama yang mendukung ibu-ibu yang menyusui,” tuturnya.

Ia meminta keluarga tidak memberikan mitos maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya kepada ibu menyusui.

Sebaliknya, keluarga diharapkan aktif mencari informasi dari sumber terpercaya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Billy menilai edukasi mengenai ASI juga perlu melibatkan tenaga kesehatan agar ibu dan keluarga mendapatkan informasi yang tepat.

Ia berharap momentum Pekan ASI Sedunia tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun keyakinan di tengah masyarakat.

Ibu diharapkan yakin dan mampu menyusui, ayah mampu memberikan dukungan, keluarga mampu mendampingi, serta masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi ibu dan bayi.

“Mari kita jadikan Pekan ASI Sedunia ini sebagai momentum untuk membangun Kota Surabaya sebagai kota yang semakin ramah ibu, semakin ramah bagi bayi, dan semakin ramah juga untuk keluarga,” pungkasnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.