WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat kerja sama dengan Universitas Indonesia Membangun (INABA) melalui program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemensos dan INABA di Ruang Rapat Utama Kemensos, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Penandatanganan MoU dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, jajaran pejabat Kemensos, serta perwakilan INABA.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi untuk menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto dalam pengentasan kemiskinan.
Adapun, kolaborasi Kemensos dan INABA telah berjalan sebelum MoU ditandatangani. INABA sebelumnya telah terlibat dalam kegiatan di 16 Sekolah Rakyat.
"Kita sudah melewati satu proses sebelum kita melakukan MoU, kita sudah berkolaborasi di 16 titik. Mudah-mudahan nanti kerja sama ataupun kolaborasi ini bisa diperluas dalam rangka kita melaksanakan mandat Presiden, yaitu pengentasan kemiskinan," ujar Agus Jabo.
Sekolah Rakyat tidak hanya ditujukan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga membekali siswa dengan pengetahuan, karakter, keterampilan, dan kepercayaan diri agar mampu bekerja atau melanjutkan pendidikan.
Agus Jabo mengatakan, pembekalan tersebut diperlukan agar siswa Sekolah Rakyat dapat meningkatkan taraf hidup dirinya sekaligus membantu keluarganya keluar dari kemiskinan.
"Anak-anak ini biar bekerja dulu, supaya apa? Supaya bisa menggraduasi dirinya, menggraduasi orang tuanya," katanya.
Menurut Agus Jabo, untuk dapat bekerja dan mandiri, siswa membutuhkan kapasitas yang memadai. Karena itu, Sekolah Rakyat tidak hanya diarahkan agar siswa memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter dan keterampilan.
"Di sekolah rakyat ini kita menyampaikan setiap siswa harus berilmu, artinya dia harus pintar. Yang kedua, setiap siswa karena latar belakang siswa Sekolah Rakyat ini berbeda dengan siswa-siswa reguler yang lain, mereka harus kita ubah mindset-nya, harus kita ubah karakternya," ujarnya.
Lebih lanjut, Agus mengatakan, keterampilan dan kepercayaan diri juga menjadi bekal penting bagi siswa untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.
“Yang lain-lain kita kemudian bekerja sama dalam peningkatan kapasitas siswa, terutama tadi dalam menjadikan mereka anak-anak yang pintar, anak-anak yang berkarakter, dan anak-anak yang terampil sekaligus mereka punya kepercayaan diri yang luas,” ujarnya.
Kemensos dorong akses kuliah
Agus Jabo menilai keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari proses pendidikan selama siswa berada di sekolah.
Menurutnya, keberlanjutan pendidikan dan akses menuju dunia kerja juga harus disiapkan setelah siswa lulus.
"Kalau kemudian setelah mereka lulus SMA, tidak melanjutkan kuliah atau tidak bekerja, artinya program Sekolah Rakyat tidak selesai," katanya.
Karena itu, Agus Jabo berharap INABA dapat membantu membuka akses pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat, termasuk melalui pemberian beasiswa.
"Paling minimal, di samping kita kolaborasi mendidik para siswa ini, INABA memberikan beasiswa, berapa slotnya mungkin," tuturnya.
Agus Jabo menegaskan upaya pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
"Kita harus berkolaborasi, kita harus bergotong royong," katanya.
Sementara, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan MoU dengan INABA merupakan tindak lanjut dari kolaborasi yang sebelumnya telah berjalan di Sekolah Rakyat.
Menurut Robben, dari tujuh program studi yang dimiliki INABA, empat di antaranya telah dikolaborasikan dengan Sekolah Rakyat. Bidang tersebut antara lain manajemen, komunikasi, dan informatika.
Kegiatan kolaborasi mencakup penguatan Bahasa Indonesia, coding dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pendampingan dan konsultasi. Program tersebut telah berjalan sejak Februari 2026.
"Jadi hari ini sudah berjalan kurang lebih enam bulan, dan alhamdulillah sudah ada hasilnya. Makanya kemudian kami baru bisa menindaklanjuti dalam bentuk MoU," ujar Robben.
Robben berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas ke Sekolah Rakyat lainnya, terutama untuk memberikan pendampingan dan mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia juga berharap perguruan tinggi dapat membuka peluang beasiswa bagi siswa Sekolah Rakyat yang berprestasi.
"Salah satu goal akhirnya nanti yang akan kami coba adalah membuka teman-teman untuk bisa memberikan beasiswa kepada anak-anak di Sekolah Rakyat yang memang berprestasi, agar kemudian bisa melanjutkan ke perguruan tinggi," katanya.
INABA siapkan pengembangan program
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas INABA Erna Herlinawati mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama tersebut.
Ia menilai, kegiatan yang telah dilakukan di Sekolah Rakyat dapat dikembangkan sebagai bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
"Insya Allah kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah kami jalani di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 9, khususnya terkait dengan Tridharma Perguruan Tinggi, dapat kami tindak lanjuti, tentunya dengan dukungan dari Kemensos," ujar Erna.
Adapun, kegiatan INABA di SRMP 9 tidak hanya berupa pembelajaran kepada siswa, tetapi juga menghasilkan sejumlah luaran, seperti modul pembelajaran, buku, dan publikasi.
Ke depan, INABA juga membuka peluang untuk mengembangkan penelitian, penyusunan buku, serta publikasi bersama Kemensos.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Universitas INABA Ayu Larasati mengatakan kolaborasi sebelumnya telah diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat di 16 Sekolah Rakyat.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat bagi siswa dan guru melalui bidang keilmuan yang dimiliki INABA.
“Di bulan Desember kemarin kita sudah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di 16 Sekolah Rakyat dan tentunya semoga akan berdampak untuk siswa-siswi dan juga para guru,” ujar Ayu.
Ayu menambahkan, kegiatan berikutnya juga akan dilaksanakan di SRMP 16, antara lain melalui peningkatan soft skill dan interpersonal skill bagi siswa.
“Rencananya minggu depan juga di hari Jumat di SRMP 16, kegiatan pengabdian masyarakat dari dosen kami kepada guru dan juga siswa-siswi untuk kegiatan peningkatan soft skill dan interpersonal skill bagi siswa-siswi,” katanya.
Sementara, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas INABA Ida Farida Oesman menyebutkan, kegiatan di Sekolah Rakyat diawali dengan identifikasi kebutuhan sekolah.
Menurut Ida, hasil identifikasi tersebut menjadi dasar bagi INABA dalam menentukan bidang keilmuan yang dapat diberikan melalui pendampingan dosen dan mahasiswa.
"Kita memang lebih mengutamakan kebijakan pengajaran, kebijakan pengabdian. Yang sudah kita lakukan, kita identifikasi apa kebutuhan mereka, makanya muncul empat prodi yang kita munculkan di situ," ungkapnya.
Ia mengatakan respon Sekolah Rakyat terhadap kegiatan pendampingan tersebut positif. Pihak sekolah bahkan meminta program dilanjutkan pada semester berikutnya.
INABA juga memiliki pengalaman memberikan beasiswa bagi penyandang disabilitas melalui yayasan.
Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan peluang dukungan beasiswa bagi siswa Sekolah Rakyat.