BOLASPORT.COM - Setelah ditinggalkan Nova Widianto yang kembali ke PBSI, Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) langsung mengevaluasi kinerja pelatih dan berpotensi melakukan perombakan setelah Asian Games 2026.
Kepergian Nova Widianto dari BAM membuat pelatnasnya Malaysia mulai melakukan evaluasi.
Hal ini dikonfirmasi oleh legenda tunggal putra, Lee Chong Wei, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Komite Kinerja BAM.
Lee Chong Wei ingin menjadikan perginya Nova Widianto menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap tim kepelatihan.
Ada kemungkinan perombakan dan tentunya penambahan tenaga yang dilakukan setelah Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
"Beri saya sedikit waktu lagi. Saya mau merombak semua nama pelatih," kata Lee Chong Wei dilansir Bolasport dari Harian Metro.
"Saya pikir bukan sekarang, mungkin setelah Asian Games kami akan berbincang dengan anggota dewan dan komite saya," imbuhnya.
Lee Chong Wei juga akan berdiskusi dengan Rexy Mainaky dan Kenneth Jonassen yang masing-masing menjadi direktur kepelatihan ganda dan tunggal di BAM.
Fokus jagat bulu tangkis, utamanya di Asia, tengah terpusat menuju dua ajang besar.
Sebelum Asian Games 2026 pada September, ada Kejuaraan Dunia 2026 yang mendahului di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus nanti.
Meski belum mengumumkan siapa pengganti Nova sebagai pelatih ganda campuran Malaysia yang baru, Lee memastikan bahwa pihak BAM sudah mulai melakukan pemantauan.
Salah satu nama yang muncul adalah Teo Kok Siang yang kabarnya juga sudah dihubungi.
Selain ganda campuran, Lee Chong Wei tak menampik kemungkinan adanya penyegaran pelatih di sektor lain, baik di level pemain utama atau pelapis di pelatnas Malaysia.
Peraih tiga medali perak Olimpiade itu menuturkan bahwa langkah ini juga diambil sebagai bagian persiapan untuk program tahun depan.
"Tahun depan kami juga akan memanggil pemain muda berusia 13 dan 15 tahun yang akan bergabung dengan tim nasional," kata Lee.
"Kami juga ingin mencari pelatih untuk bergabung dengan BAM," tambahnya.
Untuk sementara ini, sektor ganda campuran akan dipegang Rexy Mainaky.
Lee Chong Wei juga menambahkan bahwa ketika BAM sudah merekrut pelatih baru, ia berharap masyarakat Negeri Jiran bisa bersabar.
"Kita tidak bisa berubah dalam satu hari, dua hari, satu bulan, tiga bulan, atau satu tahun," kata sosok yang pernah bertahun-tahun nangkring di ranking nomor satu.
"Kita harus meluangkan waktu dan perlahan-lahan melakukan yang terbaik untuk BAM."
Salah satu penantian besar publik Malaysia adalah kebangkitan di sektor tunggal selepas ditinggal Lee Chong Wei yang pensiun.
Kedatangan Kenneth Jonassen, eks pelatih Viktor Axelsen dan tim Denmark, pada tahun lalu masih belum menghadirkan progres signifikan.