TRIBUNMANADO.CO.ID - Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Utara meminta seluruh pihak yang terlibat dalam insiden pada ajang balap di Kotamobagu memberikan perhatian nyata kepada para korban dan keluarga korban.
Permintaan tersebut ditujukan khususnya kepada penyelenggara atau panitia kegiatan serta tim balap dari peserta yang terlibat dalam insiden.
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Pengprov IMI Sulawesi Utara, Berty Alan Lumempouw, S.H., mengatakan kepedulian terhadap korban harus tetap menjadi perhatian bersama, meskipun proses hukum atas insiden tersebut sedang berjalan.
Menurut Berty, perhatian itu tidak cukup hanya disampaikan secara verbal, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk dukungan nyata.
“Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, kepedulian terhadap korban dan keluarga korban tidak boleh diabaikan. Proses hukum penting, tetapi nilai kemanusiaan juga harus menjadi perhatian bersama,” kata Berty.
Ia menjelaskan, perhatian tersebut terutama diperlukan bagi korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, keluarga korban yang meninggal dunia, maupun korban yang sedang menjalani proses pemulihan.
IMI Sulut berharap penyelenggara dan tim peserta dapat menunjukkan tanggung jawab sosial serta kemanusiaan atas peristiwa yang terjadi.
Selain persoalan penanganan korban, IMI Sulut juga menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan olahraga otomotif.
Insiden tersebut, kata Berty, menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan balap, khususnya menyangkut sistem keselamatan.
“Keselamatan bukan sekadar bagian dari perlombaan. Keselamatan adalah syarat utama terselenggaranya olahraga otomotif,” tegasnya.
Evaluasi nantinya akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kelayakan dan kesiapan lintasan, barrier atau pagar pengaman, jarak aman penonton, zona keselamatan hingga pengaturan akses penonton.
Selain itu, keberadaan dan kesiapan marshal serta petugas lintasan, tenaga medis, ambulans, jalur evakuasi, sistem komunikasi, emergency response hingga koordinasi dengan aparat keamanan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
IMI Sulut menilai seluruh komponen tersebut harus dipastikan berjalan dengan baik sebelum sebuah kegiatan olahraga otomotif digelar.
Hal ini penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa sekaligus memberikan rasa aman bagi pembalap, kru, panitia maupun penonton.
“IMI Sulut berkomitmen agar setiap kegiatan olahraga otomotif di Sulawesi Utara ke depan semakin profesional, tertib, aman dan memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan,” ujar Berty.
Ia menambahkan, olahraga otomotif tidak hanya berbicara mengenai kecepatan dan kompetisi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab besar terhadap keselamatan seluruh orang yang berada di sekitar arena perlombaan.
Karena itu, evaluasi menyeluruh diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak agar penyelenggaraan event otomotif di Sulawesi Utara ke depan semakin baik dan mengutamakan keselamatan. (Ren)
Baca juga: Tragedi Drag Race di Kotamobagu: Mobil Tergelincir Sejauh 30 Meter, Gerobak Bakso Porak-poranda
(TribunManado.co.id/Ren)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini